BACAKORAN.CO – Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten mengalami luka bacok akibat dikeroyok kelompok debt collector atau mata elang di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kota Serang, Selasa (2/6/2026) malam.
Peristiwa ini bermula dari upaya penarikan kendaraan kredit macet yang berujung cekcok dan kekerasan.
Kepolisian telah menangkap empat pelaku, sementara TNI AD mengamankan seorang oknum prajurit berpangkat Kopral berinisial R yang diduga terlibat.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video dan postingan viral di media sosial menuding keterlibatan anggota Intel Kodim Serang.
BACA JUGA:Lagi, OTT Kejati Sumsel Tangkap Kepala KUPP Sungai Lumpur, Diduga Pungli Izin Berlayar, Sita Rp 143 Juta
Menurut Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea, insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di Km 3,5 Jalan Raya Serang-Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan.
Kelompok debt collector yang berjumlah sekitar 11 orang mengintai sejak sore sebelum mengeroyok dua anggota Brimob, Bripda M. Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani.
"Dari sore mereka sudah mengintai. Kemudian ada personel kita yang berdebat, lalu datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan," kata Maruli, Rabu (3/6/2026).
Salah satu korban Bripda M. Fajar Dwi, mengalami luka bacok di kepala dan tangan kanan.
Keduanya mendapat perawatan medis di rumah sakit.
BACA JUGA:DPW Partai NasDem Sumsel Segera Usulkan Pemecatan Iwan Tuaji, Tegaskan Tak Beri Pendampingan Hukum
Kelompok pelaku sempat membawa kabur mobil Toyota Avanza dan Fortuner milik korban sebelum dikejar massa dan aparat.
Postingan viral yang menyebut "Intel Kodim Nyambi Matel Bacok Brimob Pakai Kapak, Kabur ke Grup 1 Kopassus Serang" berasal dari akun @panggung_kritik di TikTok dan Instagram.
Akun X (Twitter) @MariaAlkaff_ membagikannya kembali pada 4 Juni 2026 dengan caption "Astaghfirullah".
Kronologi Pembacokan 2 Brimob Serang oleh Debt Collector, 4 Pelaku Ditangkap
Dimas
Steve
bacakoran.co – dua anggota satuan brimob polda banten mengalami luka bacok akibat kelompok debt collector atau mata elang di jalan raya serang-cilegon, kota serang, selasa (2/6/2026) malam.
peristiwa ini bermula dari upaya penarikan kendaraan kredit macet yang berujung cekcok dan kekerasan.
kepolisian telah menangkap empat pelaku, sementara tni ad mengamankan seorang oknum prajurit berpangkat kopral berinisial r yang diduga terlibat.
kasus ini menjadi sorotan publik setelah dan postingan viral di media sosial menuding keterlibatan anggota intel kodim serang.
menurut kabid humas polda banten kombes pol maruli hutapea, insiden terjadi sekitar pukul 22.00 wib di km 3,5 jalan raya serang-cilegon, kelurahan drangong, kecamatan taktakan.
kelompok debt collector yang berjumlah sekitar 11 orang mengintai sejak sore sebelum mengeroyok dua anggota brimob, bripda m. fajar dwi dan bripda ahmad yani.
"dari sore mereka sudah mengintai. kemudian ada personel kita yang berdebat, lalu datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan," kata maruli, rabu (3/6/2026).
salah satu korban bripda m. fajar dwi, mengalami luka bacok di kepala dan tangan kanan.
keduanya mendapat perawatan medis di rumah sakit.
kelompok pelaku sempat membawa kabur mobil toyota avanza dan fortuner milik korban sebelum dikejar massa dan aparat.
postingan viral yang menyebut "intel kodim nyambi matel bacok brimob pakai kapak, kabur ke grup 1 kopassus serang" berasal dari akun @panggung_kritik di tiktok dan instagram.
akun x (twitter) @mariaalkaff_ membagikannya kembali pada 4 juni 2026 dengan caption "astaghfirullah".
tni ad merespons cepat. kapendam iii/siliwangi kolonel inf. mahmuddin abdillah membenarkan bahwa seorang kopral r telah diamankan oleh denpom iii/4 serang untuk proses hukum lebih lanjut.
"sementara ini informasinya baru satu, yakni seorang kopral," ujar mahmuddin, kamis (4/6/2026).
hingga jumat (5/6/2026), polda banten telah menangkap empat debt collector, sementara sisanya masih diburu.
polisi terus mengembangkan kasus untuk mengungkap peran masing-masing pelaku, termasuk dugaan keterlibatan oknum tni.