bacakoran.co – wapres rakabuming raka menuai sorotan setelah momen dialog dengan petani di gorontalo viral di media sosial x.
petani menyampaikan kendala akses alat panen combine harvester, namun justru memunculkan kesalahpahaman yang membuat banyak pihak bertanya-tanya.
peristiwa ini terekam dalam kunjungan kerja gibran ke gorontalo pada jumat, 26 juni 2026.
video yang diunggah akun @khanifirsyad pada 26 juni 2026 telah ditonton lebih dari 120 ribu kali, dalam video berdurasi sekitar 1 menit tersebut, seorang petani menjelaskan kesulitan saat panen.
"combine atau jonri itu masih kesulitan, satu tangga 6 orang pak, iya dipikul ya," ujar petani.
ia menambahkan bahwa mesin perlu "didorong bukan tangga-tangga untuk lewat itu pak" atau didorong turun tangga karena keterbatasan infrastruktur jalan usaha tani.
namun gibran yang berdiri di balik podium tampak menangkapnya secara harfiah.
respons wapres yang menanyakan soal "combine-nya dipikul" membuat petani dan hadirin lain terlihat bingung.
momen ini langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan netizen.
"gibran ini beneran kosong ya. jadi, dia lagi kunjungan ke gorontalo. ada sesi ngobrol sama petani. petani itu cerita kalo ada kendala ketika panen. nah, kata petani yg jadi masalah itu jalan buat combinenya belum ada, shg harus mikul tangganya. tapi malah ditangkep sama gibran, kalo combine harvesternya itu dipikul. lah, combine kan traktor gede ya, mana ada dipikul. petaninya jadi bingung sendiri," tulis @khanifirsyad.
akun @tachimchuu turut membagikan tangkapan layar momen tersebut dan bertanya, "ini tah mas? dia ni pas jawab beneran gatau apa gmn ya wkwk," yang juga menuai diskusi.
combine harvester merupakan alat panen padi modern berukuran besar, mirip traktor raksasa yang tidak mungkin dipikul secara manual.
kendala utama yang disampaikan petani adalah infrastruktur jalan usaha tani yang belum memadai, sehingga mesin sulit diakses ke lahan sawah, terutama di daerah berbukit atau bertangga seperti di gorontalo.
netizen beragam tanggapan.
"kalau memang terjadi salah paham seperti itu, yang paling disayangkan bukan salah dengarnya. tapi kesempatan untuk memahami persoalan petani jadi terlewat," tulis @realitakantor.
sementara yang lain menyatakan keprihatinan atas pemahaman dasar alat pertanian utama.
pihak istana maupun kementerian pertanian belum memberikan keterangan resmi terkait video tersebut hingga berita ini diturunkan.