bacakoran.co

Usut Tuntas! Dokter IGD dr. Icha Meninggal Setelah Diintimidasi Anggota DPRD di Kefamenanu NTT

Dokter IGD dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (27) meninggal dunia di NTT usai dugaan intimidasi dua anggota DPRD TTU--Twitter

BACA JUGA:Waduh, Jubir Laporkan 20 Tuntutan ke Prabowo, Padahal BEM UI Hanya Bawa 5 Poin Resmi

Kementerian Kesehatan RI juga menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh. 

Video dan foto yang diunggah @chaaaaww pada Sabtu, 27 Juni 2026 menampilkan kronologi lengkap kasus beserta foto dr. Icha. Narasi menyebutkan "JUST IN: DOKTER IGD DI NTT MENINGGAL DUNIA USAI DUGAAN INTIMIDASI OLEH DUA ANGGOTA DPRD" disertai kronologi detail dan ajakan sorotan publik terhadap perlindungan tenaga kesehatan. 

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi dokter dan perawat di fasilitas kesehatan daerah. Banyak netizen prihatin.

Salah satu komentar dari @PikpikOlympeak menyatakan, "Gini semua heran kenapa dokter gamau tugas di daerah."

BACA JUGA:Geger! 287 WNA Resmi Jadi Tersangka Kasus Judi Online Internasional, Sindikat Kelola 145 Situs ,Omzet 13,9 T

Sementara @yuradelita menuliskan, "Waktu meninggalnya dekat sekali dengan kasus, jujur mencurigakan". 

Usut Tuntas! Dokter IGD dr. Icha Meninggal Setelah Diintimidasi Anggota DPRD di Kefamenanu NTT

April

Wiki


bacakoran.co – dokter eliza princila utami pakaenoni atau dr. icha, dokter muda berusia 27 tahun di rumah sakit leona kefamenanu, nusa tenggara timur (ntt),

peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah ia diduga mengalami oleh dua anggota dprd kabupaten timor tengah utara (ttu) saat menangani pasien anak korban gigitan ular di instalasi gawat darurat (igd). 

kasus ini menarik perhatian publik karena menyoroti kerentanan tenaga kesehatan menghadapi tekanan saat bertugas di daerah.

menurut kronologi yang beredar luas, kejadian bermula pada 13 juni 2026 ketika dr. icha menangani pasien rujukan sesuai standar medis dan konsultasi spesialis.

keluarga pasien meminta tindakan yang belum direkomendasikan medis, sementara antivenom terbatas.

dua anggota dprd yang merupakan keluarga pasien kemudian datang ke igd dengan nada tinggi. salah satunya diduga mengacungkan jari ke wajah dr. icha. 

keluarga almarhumah menyatakan bahwa setelah kejadian tersebut, dr. icha mengalami tekanan psikologis berat.

ia terus menangis, trauma, dan menunjukkan perubahan kondisi mental drastis. pada 26 juni 2026, dokter lulusan muda ini ditemukan meninggal dunia.

keluarga menduga intimidasi dan tekanan psikologis berkontribusi besar terhadap kematiannya, sehingga mereka menuntut proses hukum. 

dua anggota dprd yang disebut adalah norbertus tubani (pkb) dan therensius lazakar (golkar). pihak dprd membantah intimidasi.

mereka mengakui percakapan berlangsung dengan nada tinggi karena kepanikan terhadap kondisi pasien, namun menyangkal ancaman dan mengklaim telah meminta maaf ke rumah sakit.

pemerintah kabupaten ttu mendukung proses hukum sesuai ketentuan.

kementerian kesehatan ri juga menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh. 

video dan foto yang diunggah @chaaaaww pada sabtu, 27 juni 2026 menampilkan kronologi lengkap kasus beserta foto dr. icha. narasi menyebutkan "just in: dokter igd di ntt meninggal dunia usai dugaan intimidasi oleh dua anggota dprd" disertai kronologi detail dan ajakan sorotan publik terhadap perlindungan tenaga kesehatan. 

kasus ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi dokter dan perawat di fasilitas kesehatan daerah. banyak netizen prihatin.

salah satu komentar dari @pikpikolympeak menyatakan, "gini semua heran kenapa dokter gamau tugas di daerah."

sementara @yuradelita menuliskan, "waktu meninggalnya dekat sekali dengan kasus, jujur mencurigakan". 

Tag
Share