bacakoran.co

Mentan Amran Janjikan Stop Impor Susu, Ini Syaratnya

Mentan Amran menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis.-Kementan-

BACAKORAN.CO - Kebutuhan susu nasional saat ini masih ketergantungan dengan impor. Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman janji impor susu akan dihentikan, dengan syarat.

Syaratnya adalah kebutuhan dudu nasional bisa dicukupi produksi dalam negeri. 

Mentan Amran menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.

Di sisi lain, pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri melalui investasi, pengembangan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.

"Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen," jelas Mentan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

BACA JUGA:Musim Kemarau Telah Tiba! Kementan Serukan Petani Tanam Varietas Padi Adaptif Ini

"Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” lanjutnya.

“Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak. 

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu.


Mentan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.-Kementan-

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah. 

Kawasan peternakan modern ini ditargetkan memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari produksi susu segar nasional. Proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pedesaan melalui kemitraan dengan ribuan petani dan peternak.

Mentan Amran Janjikan Stop Impor Susu, Ini Syaratnya

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - kebutuhan susu nasional saat ini masih ketergantungan dengan impor. menteri pertanian atau mentan andi amran sulaiman janji impor susu akan dihentikan, dengan syarat.

syaratnya adalah kebutuhan dudu nasional bisa dicukupi produksi dalam negeri. 

mentan amran menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi program makan bergizi gratis. pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.

di sisi lain, pada 2025 indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. 

kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri melalui investasi, pengembangan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.

"dulu (pemerintahan) presiden soeharto, impor susu hanya 40 persen. setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen," jelas mentan amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu pt global dairi bersama (gdb) di desa karangbale, kecamatan larangan, kabupaten brebes.

"karena itu bapak presiden prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” lanjutnya.

“saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” tegasnya.

ia menambahkan, pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak. 

menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu.


mentan amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu pt global dairi bersama (gdb) di desa karangbale, kecamatan larangan, kabupaten brebes.-kementan-

komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu pt global dairi bersama (gdb) di kabupaten brebes, jawa tengah. berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah. 

kawasan peternakan modern ini ditargetkan memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari produksi susu segar nasional. proyek tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pedesaan melalui kemitraan dengan ribuan petani dan peternak.

mentan amran mengatakan pembangunan kawasan peternakan modern ini merupakan implementasi arahan presiden prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional.

menurutnya, susu merupakan komoditas strategis yang tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penopang utama pelaksanaan program makan bergizi gratis (mbg). karena itu, peningkatan produksi susu nasional menjadi agenda prioritas pemerintah.

sementara itu, ceo savoria group yang menaungi pt global dairi bersama (gdb), ihsan mulia putri, mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di brebes dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

menurutnya, proyek tersebut akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal sebagai mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil. selain itu, sekitar 8.000 peternak rakyat akan memperoleh kesempatan bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan ternak.

"kami siap berkolaborasi dengan kementerian pertanian, pemerintah provinsi jawa tengah, pemerintah kabupaten brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan,” ujarnya.

ia menambahkan, dengan kapasitas 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun, peternakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di jawa tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.

 

Tag
Share