bacakoran.co

Heboh! Menteri Rachmat Pambudy Sebut MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Kerja, Netizen Langsung Protes

Menteri Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan program MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja. --Twitter

Mengurangi angka stunting nasional.

Meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar anak.

Memberi stimulus ekonomi lokal melalui dapur-dapur MBG (SPPG) yang melibatkan UMKM dan petani.

Membangun “infrastruktur sosial” paralel dengan infrastruktur fisik.

Namun, pelaksanaan tidak luput dari tantangan.

BACA JUGA:Terungkap! Alasan Febrie Adriansyah Tak Kenakan Rompi Pink Usai Ditahan Kejagung

Hingga Juli 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup permanen ratusan dapur karena masalah higienis, sanitasi, dan kualitas.

Pengalaman langsung dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menjadi dasar argumen Rachmat.

Banyak keluarga di pelosok yang kesulitan akses pekerjaan layak, tapi kebutuhan gizi anak tidak bisa ditunda.

Memberi makanan bergizi hari ini diharapkan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BACA JUGA:Dea Arranoya Anak Pejabat Gayo Lues Tantang Warganet usai Videonya Viral: Nevi Rizal Larang Anaknya Medsos!

Ekonom lain berpendapat keduanya bukan “apple to apple”.

Lapangan kerja menciptakan kemandirian jangka panjang, sementara MBG bersifat intervensi langsung.

“MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan kasih ikan. KALAU DIKASIH KAIL, SUDAH KEBURU MATI!!!” ujar Rachmat Pambudy dalam forum tersebut.

Pernyataan ini langsung viral.

Heboh! Menteri Rachmat Pambudy Sebut MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Kerja, Netizen Langsung Protes

Jean

Tri


bacakoran.co – menteri perencanaan pembangunan nasional/kepala bappenas rachmat pambudy membuat pernyataan yang langsung menjadi perbincangan publik.

dalam forum ekonomi, ia menegaskan bahwa program makan bergizi gratis (mbg) lebih mendesak untuk segera dijalankan dibandingkan penciptaan lapangan kerja baru.

pernyataan ini memicu perdebatan luas tentang prioritas kebijakan pemerintahan presiden prabowo subianto.

pernyataan tersebut disampaikan dalam prasasti economic forum 2026.

"memberi “kail” (lapangan kerja) tidak akan berguna jika masyarakat sudah “keburu mati” kelaparan," katanya.

sebagaimana dikutip dari akun x @ardisatriawan pada tanggal 28 juli 2026, video pidato rachmat pambudy dengan cepat menyebar dan menuai ribuan interaksi.

“mbg penting, lapangan kerja penting. tetapi mbg lebih mendesak," ungkap rachmat.

ia menambahkan pengalaman mendampingi presiden prabowo meresmikan sekolah di pelosok, di mana anak-anak smp dan sma masih banyak yang tidak bisa baca tulis akibat kekurangan gizi.

konteks program mbg di pemerintahan prabowo

program makan bergizi gratis merupakan janji kampanye utama presiden prabowo. diluncurkan sejak awal 2025, program ini menargetkan puluhan juta penerima manfaat, mulai dari balita, ibu hamil, hingga siswa sekolah.

mbg diposisikan sebagai investasi jangka panjang pada sumber daya manusia (sdm).

manfaat yang diharapkan:

mengurangi angka stunting nasional.

meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar anak.

memberi stimulus ekonomi lokal melalui dapur-dapur mbg (sppg) yang melibatkan umkm dan petani.

membangun “infrastruktur sosial” paralel dengan infrastruktur fisik.

namun, pelaksanaan tidak luput dari tantangan.

hingga juli 2026, badan gizi nasional (bgn) telah menutup permanen ratusan dapur karena masalah higienis, sanitasi, dan kualitas.

pengalaman langsung dari daerah 3t (terdepan, terluar, tertinggal) menjadi dasar argumen rachmat.

banyak keluarga di pelosok yang kesulitan akses pekerjaan layak, tapi kebutuhan gizi anak tidak bisa ditunda.

memberi makanan bergizi hari ini diharapkan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

ekonom lain berpendapat keduanya bukan “apple to apple”.

lapangan kerja menciptakan kemandirian jangka panjang, sementara mbg bersifat intervensi langsung.

“mbg penting, lapangan kerja penting, tetapi mbg lebih mendesak. ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan kasih ikan. kalau dikasih kail, sudah keburu mati!!!” ujar rachmat pambudy dalam forum tersebut.

pernyataan ini langsung viral.

netizen terbelah antara mendukung prioritas kemanusiaan dan mengkritiknya sebagai pembenaran kurangnya lapangan kerja.

“padahal kalau bapak-bapak di rumah punya lapangan kerja dan penghasilan layak, otomatis mereka bisa beliin makanan bergizi sendiri,” tulis @soliedeis.

“ya allah kenapa negara ini diisi oleh menteri - menteri yang koplak sih cara berpikirnya,” komentar @28_sponge.

Tag
Share