BACAKORAN.CO - Membeli skutik tua bekas masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru. Selain itu, sejumlah skutik lawas dikenal memiliki mesin yang tangguh dan biaya perawatan yang relatif murah.
Namun, calon pembeli tetap harus berhati-hati karena usia kendaraan yang sudah cukup lama berpotensi menyimpan berbagai masalah tersembunyi, salah satunya rangka keropos.
Rangka merupakan komponen utama yang menopang seluruh bagian motor.
BACA JUGA:Polisi Siaga, Simpang Lima Pendopo PALI Dipatroli Cegah Tawuran Remaja
BACA JUGA:Rupiah Tertekan! Neraca Dagang Defisit, Yen Bikin Pasar Geger
Jika kondisinya mengalami korosi atau keropos, maka tingkat keamanan berkendara akan menurun dan biaya perbaikannya bisa sangat mahal.
Bahkan, pada beberapa kasus, kerusakan rangka membuat motor tidak lagi layak digunakan.
Sebelum memutuskan membeli skutik bekas, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian rangka.
Perhatikan area kolong bodi, dek pijakan kaki, dudukan mesin, hingga bagian bawah jok.
BACA JUGA:Wabup PALI Iwan Tuaji Gugat Kejati, Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan
BACA JUGA:Paripurna di DPRD Muara Enim Memanas, Debat Justru Soal Legalitas Rapat
Titik-titik tersebut sering menjadi lokasi munculnya karat akibat paparan air, lumpur, maupun kelembapan yang berlangsung dalam waktu lama.
Selain pemeriksaan visual, calon pembeli juga disarankan menggunakan senter untuk melihat bagian rangka yang tertutup bodi.
Jika ditemukan karat tebal, lubang kecil, atau bekas tambalan las yang tidak rapi, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum melakukan transaksi.
Bekas las yang berlebihan dapat menjadi indikasi motor pernah mengalami kecelakaan atau kerusakan serius.
Kondisi bodi motor juga dapat memberikan petunjuk mengenai riwayat pemakaian.
BACA JUGA:5 Perbandingan Big Skutik Bensin vs Big Skuter Listrik Mana yang Lebih Hemat untuk Komuter Jarak Jauh
Celah bodi yang tidak presisi, warna cat yang berbeda pada beberapa bagian, atau adanya bekas dempul bisa menjadi tanda bahwa motor pernah mengalami benturan keras.
Meski tidak selalu berbahaya, kondisi tersebut patut dicermati lebih lanjut.
Tak kalah penting, periksa nomor rangka dan nomor mesin. Pastikan keduanya sesuai dengan dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.
Kesesuaian identitas kendaraan akan mempermudah proses administrasi di kemudian hari sekaligus menghindari potensi masalah hukum.
Selanjutnya, lakukan uji jalan atau test ride.
Saat dikendarai, perhatikan apakah motor terasa stabil ketika melaju lurus.
BACA JUGA:Jangan Asal Murah! Ini Tips Beli Motor Skutik Yamaha Bekas di Bawah Rp15 Juta yang Masih Gahar
Jika setang cenderung menarik ke salah satu sisi atau motor terasa limbung, bisa jadi terdapat masalah pada rangka atau kaki-kaki.
Dengarkan pula suara-suara tidak normal yang muncul saat melewati jalan bergelombang.
Riwayat servis juga menjadi nilai tambah ketika membeli motor bekas.
Pemilik yang rutin melakukan perawatan umumnya memiliki catatan servis atau setidaknya dapat menjelaskan penggantian komponen penting yang pernah dilakukan.
Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan dirawat dengan baik selama masa pemakaian.
Apabila calon pembeli belum memiliki pengalaman memeriksa kondisi motor bekas, tidak ada salahnya mengajak mekanik terpercaya.
BACA JUGA:Antar Jemput Anak Makin Hemat! Ini Rekomendasi Skutik Yamaha Paling Irit BBM
Biaya pemeriksaan jauh lebih murah dibandingkan risiko harus mengeluarkan dana besar akibat membeli motor dengan kondisi rangka keropos atau kerusakan tersembunyi lainnya.
Harga murah memang sering menggoda, tetapi jangan sampai menjadi satu-satunya pertimbangan.
Motor dengan harga sedikit lebih tinggi namun memiliki kondisi rangka sehat, dokumen lengkap, serta mesin yang terawat akan memberikan nilai yang jauh lebih baik dalam jangka panjang.
Dengan melakukan pemeriksaan secara teliti mulai dari rangka, mesin, dokumen, hingga riwayat perawatan, peluang mendapatkan skutik tua bekas berkualitas akan semakin besar.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu calon pembeli terhindar dari kerugian finansial sekaligus memastikan kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.