Tips Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Tidak Overheat Saat Dipakai Macet-Macetan di Pusat Kota
Cuaca panas ditambah macet horor pusat kota bikin risiko mobil overheat makin tinggi! Cek kondisi radiator dan coolant kamu sebelum berkendara dengan tips mudah ini.-Foto:ist-
Pastikan posisi cairan berada di antara garis indikator Low dan Full. Jika volume cairan kerap berkurang secara drastis dalam waktu singkat, hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya kebocoran halus pada selang atau klem penyambung.
BACA JUGA:Tips Memilih Mobil Listrik (EV) Bekas yang Punya Resale Value Tinggi
Pastikan Kipas Radiator (Extra Fan) Berfungsi Optimal
Ketika mobil berhenti di tengah kemacetan, tidak ada hembusan angin dari depan yang membantu mendinginkan kisi-kisi radiator.
Pada momen inilah keberadaan extra fan menjadi pahlawan utama.
Pastikan kipas berputar secara otomatis dengan putaran yang kuat saat suhu mesin mulai naik.
Jika motor kipas lemah atau sekringnya putus, suhu mesin dipastikan akan melonjak tinggi dalam hitungan menit.
Bersihkan Kisi-Kisi Radiator dari Kotoran debu, daun kering, hingga serangga yang menempel pada kisi-kisi luar radiator dapat menghambat pelepasan suhu panas.
BACA JUGA:5 Pilihan Mobil Diesel Bekas Tangguh di Bawah 150 Juta yang Paling Banyak Dicari
Anda dapat membersihkannya secara mandiri menggunakan semprotan air bertekanan sedang agar kisi-kisi almunium yang tipis tidak bengkok atau rusak.
Cek Kondisi Tutup Radiator (Radiator Cap): Tutup radiator bukan sekadar penutup biasa, melainkan katup bertekanan yang mengatur aliran cairan menuju tabung reservoir.
Karet penutup yang sudah mengeras atau mengelupas akan membuat tekanan sistem pendingin bocor, sehingga cairan mendidih lebih cepat dari seharusnya.
Dengan meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan rutin ini, potensi mobil mogok akibat overheat di tengah padatnya lalu lintas kota dapat diminimalisir secara signifikan.