bacakoran.co

Duakali Dicuri, Mesin Pabrik Air Minum Banyuasin Tak Berproduksi

Pabrik Air Minum Kemasan milik Pemkab Banyuasin terbengkalai. (foto: akda/sumeks)--

BACAKORAN.CO -- Sejumlah alat mesin produksi  pabrik Air Minum Tuahqu milik PT Sei Sembilang, perusahaan daerah Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, diduga  banyak yang dicuri.

Pencurian yang informasinya sudah duakali terjadi itu akibat pabrik yang dibangun dengan dana miliaran itu sudah lama terbengkalai.

Akibatnya hingga kini pabrik yang berada  Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, tak kunjung beroperasi.

Pabrik tersebut semula diproyeksikan menjadi tonggak lahirnya merek air minum kemasan milik Pemkab Banyuasin.

BACA JUGA:Warga Tolak Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di SDN 3 Banyuasin III

BACA JUGA:Kades Sebokor, Banyuasin Lebaran di Penjara, Diduga Korupsi Dana Desa Hampir Setengah Miliar

Namun, harapan agar Kabupaten Banyuasin memiliki brand air minum sendiri kini kembali tertunda karena aset produksi diduga hilang dan belum ada kejelasan pengelolaan.

Plt Direktur PT Sei Sembilang Roni Utama, Rabu (5/8/2026) turun langsung meninjau lokasi pabrik. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya menyangkut hilangnya mesin produksi, tetapi juga belum tuntasnya administrasi aset antarorganisasi perangkat daerah.

“Karena untuk lahan masih merupakan aset BPKAD, alat produksi air minum aset Diskoperindag, dan bangunan aset PUPR. Belum ada serah terima,” kata Roni.

Ia mengaku baru sekitar 10 hari menerima surat keputusan penunjukan sebagai Plt Direktur PT Sei Sembilang. Karena itu, ia masih mempelajari secara menyeluruh kondisi pabrik air minum tersebut.

BACA JUGA:Mini Laptop vs Tablet: Mana yang Lebih Cocok untuk Kerja? Ini Keunggulannya

BACA JUGA:Warga Nyenyak Tidur, Rumah di Talang Kelapa PALI erbakar

Roni mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banyuasin untuk menyelesaikan persoalan aset.

Terkait dugaan pencurian mesin produksi pabrik air minum milik Pemkab Banyuasin, Roni menyebut informasi yang diterimanya menyatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Saya akan koordinasi dengan Satpol PP, sehingga aset ini dapat dijaga,” ujarnya.

Menurut Roni, aset pabrik air minum tersebut memiliki nilai yang sangat besar sehingga perlu diamankan agar tidak kembali mengalami kehilangan. Ia berharap seluruh persoalan administrasi dan pengamanan aset dapat segera diselesaikan sehingga pabrik bisa dioperasikan.

BACA JUGA:Ruben Onsu Akhirnya Bongkar Alasan Pilih Diam soal Konflik dengan Sarwendah, Ternyata Ini Faktanya

BACA JUGA:Gempa M5,7 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

“Ini aset yang sangat berharga, sehingga ke depannya dapat dioperasionalkan dan Banyuasin memiliki brand air sendiri,” harapnya.

Keberadaan pabrik air minum milik Pemkab Banyuasin yang terbengkalai menjadi sorotan karena proyek tersebut pernah digadang-gadang sebagai salah satu upaya penguatan badan usaha milik daerah. Pabrik yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu diharapkan mampu memproduksi air minum kemasan untuk pasar lokal maupun regional.

Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah mesin yang hilang maupun nilai kerugian yang ditimbulkan. Pemerintah daerah juga belum menyampaikan target waktu penyelesaian persoalan aset dan pengamanan pabrik agar proyek tersebut dapat kembali dihidupkan.

Duakali Dicuri, Mesin Pabrik Air Minum Banyuasin Tak Berproduksi

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- sejumlah milik, perusahaan daerah pemerintah , sumatera selatan, diduga  banyak yang dicuri.

pencurian yang informasinya sudah duakali terjadi itu akibat pabrik yang dibangun dengan dana miliaran itu sudah lama terbengkalai.

akibatnya hingga kini pabrik yang berada  kelurahan sukomoro, kecamatan talang kelapa, tak kunjung beroperasi.

pabrik tersebut semula diproyeksikan menjadi tonggak lahirnya merek air minum kemasan milik pemkab banyuasin.

namun, harapan agar kabupaten banyuasin memiliki brand air minum sendiri kini kembali tertunda karena aset produksi diduga hilang dan belum ada kejelasan pengelolaan.

plt direktur pt sei sembilang roni utama, rabu (5/8/2026) turun langsung meninjau lokasi pabrik. hasil peninjauan menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya menyangkut hilangnya mesin produksi, tetapi juga belum tuntasnya administrasi aset antarorganisasi perangkat daerah.

“karena untuk lahan masih merupakan aset bpkad, alat produksi air minum aset diskoperindag, dan bangunan aset pupr. belum ada serah terima,” kata roni.

ia mengaku baru sekitar 10 hari menerima surat keputusan penunjukan sebagai plt direktur pt sei sembilang. karena itu, ia masih mempelajari secara menyeluruh kondisi pabrik air minum tersebut.

roni mengatakan akan segera berkoordinasi dengan badan pengelola keuangan dan aset daerah (bpkad), dinas koperasi, perindustrian dan perdagangan (diskoperindag), serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (pupr) kabupaten banyuasin untuk menyelesaikan persoalan aset.

terkait dugaan pencurian mesin produksi pabrik air minum milik pemkab banyuasin, roni menyebut informasi yang diterimanya menyatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“saya akan koordinasi dengan satpol pp, sehingga aset ini dapat dijaga,” ujarnya.

menurut roni, aset pabrik air minum tersebut memiliki nilai yang sangat besar sehingga perlu diamankan agar tidak kembali mengalami kehilangan. ia berharap seluruh persoalan administrasi dan pengamanan aset dapat segera diselesaikan sehingga pabrik bisa dioperasikan.

“ini aset yang sangat berharga, sehingga ke depannya dapat dioperasionalkan dan banyuasin memiliki brand air sendiri,” harapnya.

keberadaan pabrik air minum milik pemkab banyuasin yang terbengkalai menjadi sorotan karena proyek tersebut pernah digadang-gadang sebagai salah satu upaya penguatan badan usaha milik daerah. pabrik yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu diharapkan mampu memproduksi air minum kemasan untuk pasar lokal maupun regional.

hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah mesin yang hilang maupun nilai kerugian yang ditimbulkan. pemerintah daerah juga belum menyampaikan target waktu penyelesaian persoalan aset dan pengamanan pabrik agar proyek tersebut dapat kembali dihidupkan.

Tag
Share