bacakoran.co

Video Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras Viral, Habib Bahar Geruduk The Sounds Project di Ancol!

Habib Bahar bin Smith geruduk The Sounds Project di Ancol usai video hafalan Al Quran berhadiah miras viral.--Tangkap Layar/TVOneNews

BACAKORAN.CO – Habib Bahar bin Smith bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam mendatangi lokasi festival musik The Sounds Project di kawasan Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Kedatangan Habib Bahar dan massa itu merupakan buntut dari viralnya video tantangan hafalan Al Quran Surat Ad-Dhuha yang berhadiah minuman keras di salah satu booth komersial festival tersebut.

Aksi tersebut menuai kecaman luas karena dinilai menjadikan ayat suci Al-Qur'an sebagai bagian dari promosi yang disandingkan dengan minuman beralkohol.

Kronologi Kemunculan Video Viral

Video kontroversial itu pertama kali beredar setelah insiden terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026 malam, sekitar pukul 22.00 WIB, di salah satu booth sponsor dalam gelaran tahunan The Sounds Project di Ancol.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Sarwendah Klaim Kantongi Rekam Medis Lengkap Ruben Onsu, Ini Faktanya!

Dalam rekaman yang tersebar di media sosial, tampak seorang pembawa acara atau MC menantang pengunjung untuk melafalkan hafalan Surat Ad-Dhuha demi mendapatkan hadiah berupa satu botol produk minuman keras bermerek Newport, yang merupakan produk dari Orang Tua Group.

Setelah pengunjung berhasil menuntaskan hafalannya, sejumlah sales dan pengunjung lain di booth tersebut terlihat bersorak merayakan momen itu.

Kemunculan video ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi keagamaan, tokoh publik, hingga pemerintah daerah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pademangan menilai kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penistaan agama.

BACA JUGA:Sebelum Apel Bubar, Kapolres Tiba-tiba Perintahkan Periksa Ponsel Personelnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum tanpa kompromi.

Habib Bahar Geruduk Lokasi dan Tantang Polisi

Merespons viralnya video tersebut, Habib Bahar bin Smith bersama ormas Islam mendatangi langsung lokasi festival di Ancol.

Dalam video yang beredar, Habib Bahar terlihat duduk berdampingan dengan salah satu pihak terkait sembari menyampaikan tuntutannya agar penyelenggara The Sounds Project maupun pengelola kawasan Ancol turut bertanggung jawab atas insiden tersebut.

BACA JUGA:Lisa Mariana Protes Keras ke KPK, Sebut Ada Selir Lain di Kasus Korupsi Bank BJB yang Belum Diperiksa

Video Hafalan Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras Viral, Habib Bahar Geruduk The Sounds Project di Ancol!

Susi

Tri


bacakoran.co – habib bahar bin smith bersama sejumlah organisasi masyarakat islam mendatangi lokasi festival musik di kawasan ecopark ancol, jakarta utara, pada rabu, 12 agustus 2026.

kedatangan habib bahar dan massa itu merupakan buntut dari viralnya video tantangan surat ad-dhuha yang berhadiah minuman keras di salah satu booth komersial festival tersebut.

aksi tersebut menuai luas karena dinilai menjadikan ayat suci al-qur'an sebagai bagian dari promosi yang disandingkan dengan minuman beralkohol.

kronologi kemunculan video viral

video kontroversial itu pertama kali beredar setelah insiden terjadi pada minggu, 9 agustus 2026 malam, sekitar pukul 22.00 wib, di salah satu booth sponsor dalam gelaran tahunan the sounds project di ancol.

dalam rekaman yang tersebar di media sosial, tampak seorang pembawa acara atau mc menantang pengunjung untuk melafalkan hafalan surat ad-dhuha demi mendapatkan hadiah berupa satu botol produk minuman keras bermerek newport, yang merupakan produk dari orang tua group.

setelah pengunjung berhasil menuntaskan hafalannya, sejumlah sales dan pengunjung lain di booth tersebut terlihat bersorak merayakan momen itu.

kemunculan video ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi keagamaan, tokoh publik, hingga pemerintah daerah.

majelis ulama indonesia (mui) kecamatan pademangan menilai kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penistaan agama.

gubernur dki jakarta pramono anung turut meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum tanpa kompromi.

habib bahar geruduk lokasi dan tantang polisi

merespons viralnya video tersebut, habib bahar bin smith bersama ormas islam mendatangi langsung lokasi festival di ancol.

dalam video yang beredar, habib bahar terlihat duduk berdampingan dengan salah satu pihak terkait sembari menyampaikan tuntutannya agar penyelenggara the sounds project maupun pengelola kawasan ancol turut bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"itu memang ada, namun itu sifatnya klarifikasi," ucap kombes oki waskito, plh kapolres metro jakarta utara, saat dikonfirmasi awak media terkait kedatangan habib bahar dan ormas di lokasi.

habib bahar juga sempat menyinggung lambannya penanganan kasus oleh aparat kepolisian.

ia bahkan menawarkan opsi agar dirinya bersama pengikutnya yang turun tangan mencari pelaku apabila polisi tak kunjung bertindak.

"polisi diem nonton, kita kerja, gitu aja," ucap habib bahar.

meski sempat memanas, kepolisian memastikan kedatangan habib bahar dan massa ormas ke lokasi berlangsung tanpa disertai tindak kekerasan maupun perusakan.

kasus ini kini telah bergulir ke ranah hukum.

seorang advokat dari tim hukum muslim, mochammad rizki abdullah, resmi melaporkan dugaan penistaan agama tersebut ke polda metro jaya.

laporan itu teregister dengan nomor lp/b/5914/viii/2026/spkt/polda metro jaya tertanggal 11 agustus 2026.

"kami laporkan kurang lebih lima pihak," kata mochammad rizki abdullah.

pihak yang dilaporkan meliputi event organizer atau eo acara, produsen minuman keras bersangkutan, dua orang pembawa acara atau mc, serta seorang perempuan yang melafalkan ayat al-qur'an demi mendapatkan hadiah minuman keras tersebut.

kepolisian telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan guna mengklarifikasi dugaan penggunaan ayat suci al-qur'an dalam materi promosi tersebut.

polisi bahkan disebut telah menangkap dua orang terkait kasus ini dan membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan seiring berjalannya penyelidikan.

tanggapan manajemen the sounds project

menanggapi gelombang kecaman publik, manajemen the sounds project melalui akun resmi mereka menyatakan sikap tegas dan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak pernah diarahkan, disetujui, maupun berada dalam kendali penyelenggara acara.

"kami tidak pernah menoleransi bentuk penistaan agama," tulis akun resmi the sounds project.

pihak penyelenggara mengaku telah menegur sponsor terkait dan menuntut penyelesaian kasus tersebut secara tuntas, termasuk meminta pihak sponsor mengidentifikasi seluruh orang yang terlibat dalam insiden itu.

the sounds project juga mengklaim telah melakukan evaluasi internal guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada penyelenggaraan acara mereka selanjutnya.

Tag
Share