Pengakuan Lodewyk Pusung di Sidang: Dihubungi Seskab Teddy, Dicopot BGN, Lalu Ditangkap Kejagung Dini Hari
Sidang Praperadilan Lodewyk Telepon Seskab Teddy, Pengumuman Dicopot, dan Penangkapan Tanpa Surat --Twitter
Menurut rekonstruksi di sidang praperadilan, rangkaian peristiwa berlangsung sangat cepat:
Malam 2 Juni 2026: Telepon dari Seskab Teddy Indra Wijaya. Isi percakapan fokus pada ucapan terima kasih Presiden Prabowo. Lodewyk sempat menyinggung kemungkinan dipindah, namun pembicaraan tidak dilanjutkan.
Malam yang sama: Pengumuman resmi pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Dini hari 3 Juni 2026 (sekitar pukul 01.20 WIB): Ajudan memberitahu bahwa petugas Kejaksaan dan TNI sudah di rumah. Lodewyk didatangi, meminta surat tetapi ditolak, kemudian dibawa dan HP disita.
Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026 memang telah memberhentikan ketiganya.
Penggantinya adalah Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil kepala.
Proses hukum Kejagung berjalan paralel, dengan penetapan tersangka pada 3 Juni 2026 berdasarkan surat perintah penyidikan 29 Mei 2026.
BACA JUGA:Kubu Ruben Onsu Buka Suara: Sarwendah Dituding Jadi Biang Gagalnya Mediasi Hak Asuh Anak
Lodewyk melalui kuasa hukumnya, Otto Cornelis Kaligis, mengajukan praperadilan.
Ia meminta hakim menyatakan penyidikan Kejaksaan tidak sah, menghentikan proses hukum, dan membebaskannya dari tahanan. Argumen utamanya mencakup kewenangan dan prosedur penangkapan.
BGN dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 untuk mengelola program Makan Bergizi Gratis, salah satu janji kampanye Prabowo-Gibran.
Lodewyk mengungkap dalam sidang bahwa penunjukannya bermula dari perintah saat Prabowo masih Menteri Pertahanan.
Pada 3-4 April 2024, ia dipanggil Sjafrie Sjamsoeddin (kini Menhan) ke kediamannya dan mendapat perintah menjadi Wakil Kepala “Makan Siang Gratis” dengan Kepala yang direncanakan Burhanuddin Abdullah.
Burhanuddin kemudian mengundurkan diri, dan Dadan Hindayana yang dilantik.
Lodewyk menekankan latar belakang militernya membuatnya tidak bisa menolak perintah. Ia juga membantah tudingan intervensi pengadaan barang dan jasa di BGN.