Dari Tebuireng ke PBNU, Jejak Gus Kikin Sang Kiai Entrepreneur
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin--
BACAKORAN.CO – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031, datang dari lingkungan keluarga ulama besar Nahdlatul Ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu memiliki jejak panjang di dunia pesantren, organisasi, hingga bisnis yang kini menjadi bagian penting dari perjalanan kepemimpinannya di NU.
Gus Kikin lahir dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Silsilah keluarganya terhubung dengan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.
Ia merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari. Gus Kikin juga memiliki garis keturunan dari KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.
BACA JUGA:Gus Kikin Pimpin PBNU, Raih Restu AHWA dan 472 Suara
BACA JUGA:KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam, Perebutan Ketum PBNU Menghangat
Jejak keluarga tersebut mengantarkan Gus Kikin tumbuh dalam tradisi pendidikan dan kepemimpinan pesantren. Kini, ia dipercaya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, melanjutkan estafet kepemimpinan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.
Penunjukan Gus Kikin sebagai penerus kepemimpinan Tebuireng disebut telah dipersiapkan sejak 2016. Keputusan itu lahir melalui musyawarah keluarga besar pesantren.
Di bawah kepemimpinannya, jaringan Pesantren Tebuireng terus berkembang. Saat ini, jaringan pendidikan tersebut telah memiliki 15 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Cabang-cabang tersebut berada di berbagai daerah, mulai dari Riau, Jakarta, Maluku hingga Kalimantan Timur. Perkembangan itu memperluas jaringan pendidikan Tebuireng sekaligus menunjukkan arah ekspansi lembaga pesantren di tengah kebutuhan pendidikan modern.
BACA JUGA:Gus Kikin Ikat Diri dengan Kontrak Jamiyyah PBNU
BACA JUGA:Kurs Dolar AS Hari Ini Menguat, JPY Tembus 160 per USD dan Harga Emas Capai US$4.453
Namun, perjalanan Gus Kikin tidak hanya berada di lingkungan pesantren dan organisasi. Ia juga memiliki pengalaman di dunia usaha.
Gus Kikin dikenal sebagai kiai entrepreneur. Ia disebut memiliki PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi. Selain itu, ia juga disebut sebagai pemilik stasiun televisi BBS TV.
Pengalaman di sektor korporasi tersebut menjadi salah satu latar belakang yang melekat dalam profil Gus Kikin sebagai tokoh Nahdlatul Ulama. Pengalaman itu dinilai dapat menjadi modal dalam mendorong agenda kemandirian ekonomi warga NU.
Latar belakang dunia usaha juga membuka peluang penguatan manajemen organisasi. Termasuk dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama dan masyarakat Nahdliyin.
BACA JUGA:Sekjen PSSI Jadi Komut PT LIB, Ferry Paulus Tetap Dirut
BACA JUGA:Modus Pinjaman Fiktif, Manager Koperasi Gelapkan Rp600 Juta, Sebulan Sembunyi di Lubuklinggau
Kini, setelah dipercaya memimpin PBNU Masa Khidmah 2026–2031, Gus Kikin membawa rekam jejak yang berlapis. Ia berasal dari keluarga pesantren dan ulama, memimpin salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia, memiliki pengalaman dalam organisasi, serta dikenal berkecimpung di sektor bisnis.
Kombinasi pengalaman itu menjadi salah satu sorotan dalam kepemimpinan barunya. Tantangan Gus Kikin ke depan tidak hanya menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai Jamiyyah, tetapi juga memperkuat kemandirian warga serta membawa organisasi menghadapi perubahan zaman.
Dari Tebuireng ke PBNU, perjalanan Gus Kikin kini memasuki babak baru. Warisan keluarga ulama, pengalaman memimpin pesantren, dan kiprahnya di sektor usaha akan menjadi modal sekaligus ujian dalam memimpin Nahdlatul Ulama selama lima tahun ke depan.