bacakoran.co

Mundari Karya Kembali Pimpin Tim setelah 10 Tahun, Seperti Apa Racikannya?

Mundari Karya jadi pelatih kepala Isenmulang Kalteng FC-Isenmulang Kalteng FC-

BACAKORAN.CO - Mundari Karya kembali ke lapangan hijau dengan status pelatih kepala. Pelatih berusia 66 tahun itu musim ini menukangi Isenmulang Kalteng FC.

Mundari akan menandai kembalinya ke lapangan hijau dengan memimpin Isenmulang Kalteng FC hadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, jumat sore (4/9).

Pertandingan ini menandai kembalinya Mundari ke lapangan hijau sebagai pelatih setelah 10 tahun menepi. Sesuai data yang dirilis transfermarkt, Mundari terakhir kali berstatus pelatih kepala adalah saat memimpin Barito Putera di musim 2016. 

Menghadapi kembalinya ke lapangan hijau sebagai pelatih, Mundari Karya mengungkapkan bahwa jajarannya telah mematangkan seluruh rangkaian persiapan guna mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.

Mundari menyoroti perjalanan timnya yang dinilai memiliki fondasi dan mentalitas kompetisi yang solid sejak awal dibentuk. 

BACA JUGA:Persija Ditunggu Borneo FC dan Persib di Super League, Begini Kata STY

"Isenmulang ini adalah salah satu tim yang mempunyai DNA yang sangat baik. Tim ini dibentuk dari Liga 3, naik ke Liga 2, dan dari Liga 2 lolos ke Super League. Jadi saya pikir ini hal yang sangat positif, mempunyai DNA yang bagus di dalam berkompetisi," ujar Mundari Karya.

Guna memastikan tim berada dalam kondisi tempur maksimal, Isenmulang Kalteng FC telah melakoni serangkaian uji coba menghadapi klub-klub papan atas.

"Segala persiapan sudah kita jalankan, termasuk beberapa kali uji coba dengan Persita Tangerang, Dewa United FC, dan beberapa tim kasta tertinggi lainnya," jelasnya.


Makan Konate siap hadapi Arema FC-I.League-

Meski demikian, Mundari mengakui adanya tantangan perbedaan komposisi skuad dan kedalaman tim jika dibandingkan saat masih berlaga di kasta kedua.

"Memang agak berbeda tentunya. Pada saat kita di Liga 2, kita masih banyak tergantung kepada pemain lokal. Tetapi di Super League ini agak berbeda, kekuatan pemain asing itu yang mungkin menjadi pembeda," tuturnya.

BACA JUGA:Peralta Antarkan Persib ke ACL 2 2026/27, Tolic Ingin Fokus Super League Dulu

Mundari menjelaskan bahwa mayoritas pemain lokal maupun legiun asing di skuadnya masih baru merasakan atmosfer kasta tertinggi sepak bola nasional. 

Mundari Karya Kembali Pimpin Tim setelah 10 Tahun, Seperti Apa Racikannya?

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - mundari karya kembali ke lapangan hijau dengan status pelatih kepala. pelatih berusia 66 tahun itu musim ini menukangi isenmulang kalteng fc.

mundari akan menandai kembalinya ke lapangan hijau dengan memimpin isenmulang kalteng fc hadapi arema fc di stadion kanjuruhan malang, jumat sore (4/9).

pertandingan ini menandai kembalinya mundari ke lapangan hijau sebagai pelatih setelah 10 tahun menepi. sesuai data yang dirilis transfermarkt, mundari terakhir kali berstatus pelatih kepala adalah saat memimpin barito putera di musim 2016. 

menghadapi kembalinya ke lapangan hijau sebagai pelatih, mundari karya mengungkapkan bahwa jajarannya telah mematangkan seluruh rangkaian persiapan guna mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola indonesia tersebut.

mundari menyoroti perjalanan timnya yang dinilai memiliki fondasi dan mentalitas kompetisi yang solid sejak awal dibentuk. 

"isenmulang ini adalah salah satu tim yang mempunyai dna yang sangat baik. tim ini dibentuk dari liga 3, naik ke liga 2, dan dari liga 2 lolos ke super league. jadi saya pikir ini hal yang sangat positif, mempunyai dna yang bagus di dalam berkompetisi," ujar mundari karya.

guna memastikan tim berada dalam kondisi tempur maksimal, isenmulang kalteng fc telah melakoni serangkaian uji coba menghadapi klub-klub papan atas.

"segala persiapan sudah kita jalankan, termasuk beberapa kali uji coba dengan persita tangerang, dewa united fc, dan beberapa tim kasta tertinggi lainnya," jelasnya.


makan konate siap hadapi arema fc-i.league-

meski demikian, mundari mengakui adanya tantangan perbedaan komposisi skuad dan kedalaman tim jika dibandingkan saat masih berlaga di kasta kedua.

"memang agak berbeda tentunya. pada saat kita di liga 2, kita masih banyak tergantung kepada pemain lokal. tetapi di super league ini agak berbeda, kekuatan pemain asing itu yang mungkin menjadi pembeda," tuturnya.

mundari menjelaskan bahwa mayoritas pemain lokal maupun legiun asing di skuadnya masih baru merasakan atmosfer kasta tertinggi sepak bola nasional. 

sebagian besar pemain asing baru pertama kali merumput di indonesia, kecuali beberapa nama seperti leo lelis dan douglas. oleh karena itu, faktor adaptasi menjadi fokus utama tim pelatih.

"yang paling penting saya pikir, kita bisa cepat beradaptasi dengan kompetisi di liga 1 ini. adaptasi ini yang menjadi kunci untuk bisa memenangkan pertandingan," tegas mundari.

menatap duel kontra arema fc, mundari optimistis anak asuhnya mampu membawa pulang hasil positif dari malang. 

"melihat kekuatan tim, saya yakin besok kita bisa mencuri poin atau bisa memenangkan pertandingan," pungkasnya.

Tag
Share