bacakoran.co - indonesia gagal koleksi gelar di polytron pontianak indonesia masters 2026. menjaid tuan rumah, indonesia amankan posisi runner up dari ganda putra.
ganda putra indonesia akhiri perjuangan sebagai runne rup usai kalah di final. pasangan yeremia erich yoche yacob rambitan/patra harapan rindorindo gagal atasi perlawanan chia yen lin/lin yong sheng asal taiwan dengan kedudukan 21-11, 19-21, 20-22.
usai pertandingan, patra harapan rindorindo mengatakan bahwa dalam pertandingan kurang fokus. situasi itu membuatnya hasil tidak maksimal.
"puji tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan ini. walaupun hasilnya runner-up tapi kami dijauhkan dari cedera," jelasnya.
"tadi permainan kami kurang tenang dan fokusnya hilang-hilang. sempat memaksakan setting di game ketiga dan harusnya kami bisa ambil tapi kita kecolongan dari servis lawan. sangat disayangkan," lanjutnya.
sementara itu, yeremia erich yoche yacob rambitan menambahkan bahwa adu strategi mewarnai jalannya pertandingan. kedua pasangan menurutnya, sama-sama waspada pada bola tinggi.

pasangan yeremia erich yoche yacob rambitan/patra harapan rindorindo naik podium indonesia masters 2026-pbsi-
"kami berempat mainnya memang memaksa banget, semuanya mau menekan dan jarang mengangkat bola. kalau ada yang terpaksa angkat bola pasti dia akan kehilangan poin," jelasnya.
"itu yang membuat tadi poin dan momennya sangat intens, sangat ketat," lanjutnya.
"kami merasa bangga dan senang banget mendapat dukungan penonton di sini, semua bangku terisi, sangat antusias," ungkapnya.
"kalau minggu kemarin kami tampil di final lawan rekan senegara tapi hari ini melawan negara lain jadi semua arena terasa mendukung kami. itu membuat kami semangat," jelasnya.
"dari hasil dua runner up di dua minggu ini kami mau evaluasi lagi terutama dari staminanya. dua minggu selalu masuk final pasti dari sisi kondisi menurun, ini yang harus kami tingkatkan," katanya.
di sisi lain, lin yong sheng mengaku senang dengan capaiannya ini. dia bisa amankan kemenangan setelah bermain lebih tenang.
"sangat senang bisa juara. di gim kedua dan ketiga kami bisa lebih tenang, tidak seperti gim pertama yang kami mainnya sangat panik," jelasnya.
"game pertama memang sangat-sangat tegang tapi setelah itu pelatih benar-benar mengingatkan kami untuk bermain lebih lepas di game pertama dan kedua," lanjutnya.
"di poin terakhir game ketiga saya tidak banyak berpikir. saya hanya melakukan spekulasi untuk melakukan flick service dan feeling-nya mereka tidak bisa mengembalikan," ujarnya.