bacakoran.co

Kasus Keracunan MBG Berulang, Siswa Trauma: Gak Mau Lagi Aku Makan MBG, Pak

Trauma Keracunan MBG: Siswa Tolak Makan Gratis--X

Temuan bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) pada beberapa sampel makanan juga dilaporkan dalam kasus sebelumnya di Semarang dan Jayapura.

Namun, hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus-kasus keracunan MBG.

Hal ini memicu kritik dari berbagai pihak.

Kasus Keracunan MBG Berulang, Siswa Trauma: Gak Mau Lagi Aku Makan MBG, Pak

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – sebuah video yang beredar luas menunjukkan seorang siswa perempuan korban dugaan keracunan program makan bergizi gratis (mbg) terbaring di tempat tidur rumah sakit sambil terhubung infus dan oksigen.

dengan suara lemah namun tegas, ia menyampaikan pesan langsung kepada pejabat “gak mau lagi aku makan mbg, pak.”

pernyataan tersebut mencerminkan trauma mendalam setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing yang dialami ribuan siswa lainnya di berbagai daerah.

kasus keracunan terkait mbg yang terus berulang sejak program diluncurkan januari 2025 kini memicu penolakan terbuka dari siswa, orang tua, dan masyarakat di beberapa wilayah.

pemerintah, melalui badan gizi nasional (bgn), diminta mendengar jeritan rakyat dan memprioritaskan keselamatan penerima manfaat ketimbang target distribusi.

program mbg yang digagas untuk mengurangi stunting dan meningkatkan gizi anak-anak indonesia justru dihadapkan pada tantangan serius keamanan pangan.

data surveilans kementerian kesehatan per 2 september 2026 mencatat 560 kejadian keracunan terkait program ini dengan 50.059 orang terdampak di 245 kabupaten/kota di 36 provinsi.

angka tersebut belum termasuk gelombang kasus awal september 2026 yang menimpa hampir 2.000 orang di sidoarjo, rembang, agam, tana toraja, dan lokasi lain.

sebagaimana dikutip dari akun x @rstmbcl pada tanggal 6 september 2026, video tersebut dilengkapi komentar yang menekankan bahwa pemerintah yang baik adalah yang mendengar jeritan rakyat karena takut keracunan.

“sungguh di luar nalar, kalau tetap dipaksakan lanjut. sementara si penerima sudah menolak, takut trauma keracunan lagi dan pastinya orang tuanya pun takkan rela dengan dalih apapun untuk keracunan lagi demi makan gratis,” tulis @rstmbcl.

makan bergizi gratis diluncurkan secara resmi pada 6 januari 2025 dengan target mencapai puluhan juta penerima manfaat setiap tahun.

hingga maret 2026, tercatat sekitar 61,2 juta orang telah menerima manfaat, dengan target 2026 mencapai 82,9 juta.

pelaksanaan dilakukan melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan ke sekolah dan posyandu.

namun, sejak tahun pertama, kasus keracunan terus muncul.

pada 2025 saja, lebih dari 12.000 orang terdampak.

hingga awal september 2026, total korban menurut data kemenkes sudah melampaui 50.000, sementara jaringan pemantau pendidikan indonesia (jppi) mencatat 43.838 korban sejak 2025 (28.103 pada 2025 dan 15.735 pada 2026 hingga awal september).

gelombang kasus awal september 2026 menjadi sorotan nasional:

kabupaten sidoarjo, jawa timur: ratusan santri pondok pesantren manbaul hikam (hingga 664–730 orang).

kabupaten rembang, jawa tengah: 777 siswa dan guru sma negeri 1 lasem.

kabupaten agam, sumatera barat: ratusan orang.

tana toraja, sulawesi selatan: 161 pelajar.

gejala yang dominan meliputi mual, muntah, diare, pusing, dan dehidrasi. beberapa korban harus dirawat inap.

dalam video yang viral, siswa korban tampak lemah di tempat tidur rumah sakit. ia menyampaikan bahwa maksud program itu baik, namun pengalaman keracunan membuatnya trauma.

seorang pejabat (diidentifikasi sebagai pihak terkait bgn) terlihat menenangkan korban sambil menyatakan keprihatinan dan harapan agar siswa segera sembuh.

kepala bgn sudaryono sebelumnya mengakui bahwa 80–90 persen kasus keracunan terkait ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (sop) pengolahan dan distribusi makanan.

temuan bakteri seperti escherichia coli (e. coli) pada beberapa sampel makanan juga dilaporkan dalam kasus sebelumnya di semarang dan jayapura.

namun, hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus-kasus keracunan mbg.

hal ini memicu kritik dari berbagai pihak.

Tag
Share