bacakoran.co – seorang perempuan berinisial anw (26) muncul di hadapan media dengan wajah tertutup masker, hoodie, dan kacamata hitam.
sambil menahan tangis, ia menceritakan kronologi dugaan kekerasan seksual yang dialaminya dari betrand peto putra onsu di sebuah klub malam kawasan scbd, jakarta selatan, dini hari 12 september 2026.
betrand peto, nama asli alfonsus toribio tenkudi(lahir 14 maret 2005, anak angkat ruben onsu, kini berstatus terlapor dalam dugaan tindak pidana kekerasan seksual (tpks).
laporan resmi diterima polisi pada 12 september 2026.
kabid humas polda metro jaya kombes pol budi hermanto mengonfirmasi bahwa yang dilaporkan adalah att alias bp, anak angkat artis berinisial rso.
kronologi menurut kesaksian korban
menurut anw, ia datang ke klub malam di scbd bersama rekannya dyp (22) sekitar pukul 02.00 wib.
suasana masih santai hingga seorang staf klub mendekati mereka.
“kita datang di sana happy, ketemu sama teman-teman. lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari klub tersebut yang bilang, ‘mau enggak kak ngeramein room-nya si bp ini?’,” ujar anw dalam konferensi pers di kelapa gading, jakarta utara, minggu malam 13 september 2026.
setelah diyakinkan aman, anw dan temannya masuk ke private room.
tidak lama kemudian temannya pergi ke toilet.
saat anw duduk di sofa mengambil ponsel, betrand tiba-tiba menarik tangannya.
“saya nggak pernah ada pikiran negatif. saya kira dia mengajak saya untuk mengecek teman saya di toilet kenapa lama sekali. ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin,” kata anw sambil menahan isak.
ia menegaskan tidak ada percakapan sebelumnya.
“enggak ada (omongan), dia langsung menyerang saya.”
bukti visum dan kekerasan fisik
kuasa hukum korban, nathaniel hutagaol, menjelaskan bahwa selain dugaan pelecehan seksual, terjadi juga kekerasan fisik dan pemaksaan.
anw sempat melawan sehingga mengalami memar.
“bukan hanya dilecehkan, tapi ada kekerasan dan pemaksaan. ini ada sikut, kemudian di leher, lalu tangannya biru dan memar karena ada pemaksaan. ada juga bekas luka seperti cakaran,” ujar nathaniel sambil menunjukkan hasil visum.
pasal yang disangkakan meliputi pasal 473 kuhp dan pasal 6 undang-undang tindak pidana kekerasan seksual.
sebagaimana dikutip dari akun x @devprinceps pada tanggal 13 september 2026, video kesaksian korban yang sedang menahan tangis saat menceritakan kronologi tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu diskusi luas.
respons ruben onsu dan kuasa hukum
ruben onsu merespons lewat instagram. ia meminta maaf atas pemberitaan dan meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
“pertama-tama, kami memohon maaf atas pemberitaan yang terjadi sebelum masalah ini jelas kami berharap kita jangan dulu mengambil kesimpulan atas laporan ini, percayalah kami tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi sebenarnya sesuai bukti-bukti yang ada,” tulis ruben.
kuasa hukum ruben onsu, minola sebayang, menekankan asas praduga tak bersalah.
status hukum betrand peto masih belum jelas apakah sebagai terlapor utama atau terkait pihak lain, dan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari kepolisian.
video kesaksian korban memicu berbagai komentar.
“terus itu masuk ke club berharapnya ngapain? ngaji? semua orang juga tau club tempat ga bener… aneh banget ni kasus dibesar-besarkan,” tulis @putrayy12.
proses hukum yang sedang berjalan
polda metro jaya masih mendalami laporan. polisi belum merinci status lengkap para pihak.
kuasa hukum korban menyatakan siap menyerahkan seluruh bukti, termasuk visum, kepada penyidik.
hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi langsung dari betrand peto.