Curhatan Ida Yulidina: Purbaya Gelisah 2 Bulan, Mau Mutasi Pejabat 'Mengerikan' di Pajak dan Bea Cukai
Setelah Purbaya Lengser Istri curhat Singgung Orang Jahat Lebih Banyak Kebenaran Akan Terungkap --X
BACAKORAN.CO – Istri mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, akhirnya buka suara setelah suaminya dicopot Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026.
Melalui tulisan yang viral, Ida menyampaikan kekecewaan sekaligus sindiran tajam tentang kondisi negara yang dinilai sulit diperbaiki karena “kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur”.
Ia juga mengungkapkan bahwa Purbaya sudah gelisah selama dua bulan karena ingin memindahkan sekitar 300 pejabat di lingkungan pajak dan bea cukai yang disebutnya 'mengerikan', namun mendapat perlawanan.
Di Indonesia, berita sejenis biasanya viral dalam hitungan jam hingga 1-2 hari dan tetap dibahas 3-7 hari di media nasional serta media sosial sebelum memudar, tergantung perkembangan resmi berikutnya.
BACA JUGA:Putusan MK soal MBG: Anggaran Makan Bergizi Gratis Wajib Dipisahkan dari Dana Pendidikan
Kronologi Singkat Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025.
Pada Senin, 14 September 2026, saat sedang mengikuti rapat di DPD RI, ia menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Tidak lama kemudian diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan untuk menggantinya dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Serah terima jabatan berlangsung keesokan harinya di Kantor Kemenkeu.
Purbaya sendiri mengakui bahwa perombakan besar-besaran pejabat di lingkungan Kemenkeu menjadi salah satu faktor. “Sebagian ada (kaitannya). Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikutin saja,” ujar Purbaya usai serah terima jabatan.
BACA JUGA:Guru Disorot dalam Polemik MBG, Warganet Desak Evaluasi SPPG
Sebagaimana dikutip dari akun X @LambeSahamjja pada tanggal 17 September 2026, tulisan istri Purbaya yang beredar berisi poin-poin berikut:
“Emang negara kita tidak bisa diperbaiki, kebanyakan orang jahatnya dari pada yang jujur.”
“Mohon maaf bapak sudah berusaha semaksimal mungkin, kalau masih mengecewakan.”