Daniel menegaskan bahwa tindakan Frey menyebabkan kerugian besar bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar.
BACA JUGA:Kejar Izin Operasional, Pemkot Palembang Gelar Simulasi Wisata Menara Jembatan Ampera, Kapan Dibuka?
BACA JUGA:3 Rekomendasi Tempat Wisata Hidden Gem di Banyuwangi dengan Harga Murah, Dijamin Ga Bikin Nyesel!
"Luas tanah produktif yang hilang akibat ulah ini mencapai 1,845 hektare dari total 1.752 hektare lahan produktif di Gianyar," jelas Daniel.
Penyelidikan terhadap kasus ini sudah berlangsung sejak November 2024, hingga akhirnya Frey ditangkap.
Ia diketahui menjabat sebagai direktur di tiga perusahaan: PT Parq Ubud Partners, PT Tomorrow Land Development Bali, dan PT Alfa Management Bali.
Parq Ubud: Kampung Rusia yang Jadi Sorotan
BACA JUGA:10 Rekomendasi Wisata Air Terjun Populer yang Ada di Indonesia, Dijamin Ga Mau Pulang!
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tempat Wisata Romantis di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi, Yuk Healing Ajak Ayang!
Parq Ubud menjadi pusat perhatian karena dikenal sebagai tempat tinggal banyak warga Rusia
Bahkan, kawasan ini sempat dijuluki "Kampung Rusia."
Namun, proyek tersebut menghadapi berbagai masalah perizinan.
Pada November 2024, Parq Ubud sempat disegel sementara oleh Satpol PP Gianyar karena tidak memenuhi kelengkapan izin.
BACA JUGA:4 Rekomendasi Tempat Wisata Kebumen yang Wajib Dikunjungi, Dijamin Lupa Pulang Bro!
Akhirnya, pada Senin (20/1/2025), Satpol PP menutup kawasan tersebut secara permanen.