BACAKORAN.CO - Kejadian tragis menimpa seorang bocah berusia 6 tahun bernama Bagja, yang meninggal dunia setelah tangannya tersangkut di saluran pembuangan air sebuah kolam renang di Kecamatan Pameungpeuk, Garut.
Video viral di X yang menunjukkan Wakil Bupati Garut, L. Putri Karlina, menemui orang tua Bagja, mengungkapkan kesedihan mendalam dan kronologi kejadian yang memilukan.
Sang ibu mengungkapkan bahwa Bagja awalnya sedang bermain perosotan di kolam renang sebelum akhirnya meluncur dan tak kunjung muncul ke permukaan.
Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan tersangkut di saluran drainase, menyebabkan kepalanya ikut terendam air.
BACA JUGA:Kena PHK Massal, 2000 Lebih Buruh Pabrik di Garut Hanya Dipecat Lewat Pesan Singkat
“Kalau yang tersangkut itu kakinya, kepalanya pasti masih di atas dan bisa bernapas. Tapi ini tangannya yang tersedot, jadi kepalanya ikut terendam,” ungkap ibu korban dengan suara pilu.
Yang lebih menyayat hati, ibu korban menuturkan bahwa tidak ada pengawas kolam renang yang berjaga saat kejadian.
Bahkan, ketika ia dan pengunjung lain berteriak meminta pertolongan, hanya sedikit yang merespons dengan sigap.
"Pengawas tidak ada, pengunjung berteriak-teriak sampai saya pun tidak mendengar, saya juga sudah meminta oksigen, meminta selang, tapi tidak ada yang memberi, mereka malah hanya menonton," katanya dengan penuh kepedihan.
BACA JUGA:Tragis! 2 Pria Asal Garut Perkosa Gadis Disabilitas di Tulungagung, Begini Kronologinya
Wakil Bupati Garut, L. Putri Karlina menemui orang tua anak yang meninggal akibat tersangkut di saluran pembuangan air sebuah kolam renang. Orang tua dari anak itu pun menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa putranya.
— Pikiran Rakyat (@pikiran_rakyat) February 25, 2025
.
Ibu dari korban menjelaskan pada saat kejadian tidak ada… pic.twitter.com/WJGSNrorda
Kasus ini kini dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Garut.
Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa empat saksi, termasuk keluarga korban dan pengunjung yang melihat kejadian.
“Kami juga akan meminta keterangan dari pengelola kolam renang untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam insiden ini,” ujar Joko kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).