BACAKORAN.CO - Jumat terakhir di bulan Ramadhan sering dianggap sebagai momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mencari ampunan Allah.
Salah satu amalan yang sering diperbincangkan adalah sholat qadha yang diajarkan oleh Syekh Abu Bakar bin Salim.
Amalan ini bertujuan untuk menambal kekurangan dalam sholat yang telah dikerjakan sebelumnya.
Namun, perlu dicatat bahwa sholat qadha ini bukanlah pengganti untuk sholat fardhu yang sengaja ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Dalam Islam, meninggalkan sholat dengan sengaja adalah dosa besar, dan sholat qadha harus dilakukan sesegera mungkin.
Tidak bisa ditunda hingga Jumat terakhir Ramadhan saja,
Hukum Sholat Qadha di Jumat Terakhir Ramadhan
Menurut Syekh Abu Bakar bin Salim, tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk dengan sengaja meninggalkan sholat selama setahun penuh.
Dengan niat menggantinya hanya dalam satu hari di Jumat terakhir Ramadhan.
Hal ini termasuk dalam kategori dosa besar.
BACA JUGA:Apakah Sah Baca Doa Niat Puasa Ramadan Pakai Bahasa Indonesia? Simak Penjelasan Ustad Teuku Otman!
Sholat qadha yang dimaksud dalam amalan ini bukanlah cara instan untuk menggugurkan kewajiban sholat yang telah ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Sebaliknya, ini adalah bentuk ibadah yang dilakukan untuk menutupi kekurangan dalam sholat yang telah dikerjakan.