Tim SAR yang terdiri dari BPBD Cirebon, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga lokal, berjibaku di bawah ancaman cuaca buruk dan kondisi tanah yang labil.
BACA JUGA:RUPTL Terbaru Berpotensi Tawarkan 91 Persen Green Jobs dari Sektor Pembangkit Listrik
BNPB memperingatkan potensi longsor susulan masih cukup tinggi, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan Gunung Kuda.
Untuk itu, keselamatan para personel penyelamat menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian.
“Kami imbau tim SAR untuk tetap mengutamakan keselamatan, dan masyarakat di sekitar lereng maupun bantaran sungai untuk terus waspada,” ujar Abdul Muhari.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri bila hujan turun terus-menerus selama dua jam atau lebih.
Kondisi tanah yang jenuh air sangat rentan memicu longsor baru.
BACA JUGA:Heboh Sosok Diduga Waria di Kendal Jadi Penceramah, Netizen Serbu Akun Instagramnya: Woy Tobat!
“Jangan menunggu tanah bergerak. Jika hujan turun lebih dari dua jam tanpa henti, segera evakuasi diri,” tegas Abdul.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan para relawan kini fokus pada penanganan darurat dan pendampingan kepada keluarga korban.
Tenda darurat, logistik, dan dukungan psikososial disiapkan di posko utama.
Keluarga korban masih menunggu kabar dari proses evakuasi yang terus berlangsung.
Di tengah cuaca yang tak menentu dan potensi bahaya, semangat solidaritas antara warga dan petugas menjadi penguat harapan.