Kemendag Optimistis Perjanjian Dagang dengan Eropa dan Eurasia Buka Peluang Besar untuk Produk Indonesia

Rabu 11 Jun 2025 - 09:19 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Kabar baik datang dari sektor perdagangan internasional.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) menyampaikan optimisme tinggi terhadap kelanjutan perundingan dua kerja sama strategis, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA) dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Area (I-EAEU FTA).

Kedua perjanjian ini dinilai sebagai pintu masuk besar bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Eropa dan Eurasia.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam konferensi pers daring pada Selasa, 10 Juni 2025, menjelaskan bahwa manfaat paling nyata dari dua perundingan ini adalah terbukanya akses pasar menuju lebih dari 600 juta konsumen atau sekitar 8% dari total populasi dunia.

BACA JUGA:MinyaKita ‘Kurang Takaran’ 1 Liter Ditertibkan! Kemendag Tarik dari Pasaran dan Siapkan Sanksi Tegas

BACA JUGA:Relokasi Pedagang Pasar Jangan Timbulkan Masalah Baru, Sampa dan Parkir Harus Jadi Perhatian

“Artinya, ini peluang luar biasa bagi pelaku usaha dalam negeri untuk go international,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada perdagangan barang, kedua perjanjian ini dirancang secara komprehensif dan inklusif, mencakup isu-isu penting seperti investasi, penguatan UMKM, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Budi, perjanjian ini sejalan dengan strategi nasional untuk mendorong hilirisasi industri, transformasi teknologi, serta peningkatan nilai tambah ekspor Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa UMKM akan menjadi ujung tombak dalam strategi ekspor ke Eropa dan Eurasia.

BACA JUGA:Ingin Kuasai Pasar Ekspor Dunia? Cobalah Budidaya Sarang Burung Ini, Nilai Ekspornya Rp 10 Triliun Per Tahun!

BACA JUGA:Viral! Pria di Semarang Tewas Dikeroyok dan Dibuang ke Sungai Usai Pesta Miras, Polisi Kejar Pelaku yang Kabur

Melalui program unggulan Kemendag, yaitu UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi), pelaku usaha kecil dan menengah akan mendapatkan asistensi langsung dari perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Kami ingin UMKM menjadi pahlawan devisa berikutnya,” tegas Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menyampaikan bahwa kerja sama ini disusun dengan elemen-elemen komplementer, bukan saling bersaing.

Kategori :