4 Hal Yang Bisa Bikin Pelaksanaan Haji Lebih Ramah Perempuan, Lansia, dan Penyandang Disabilitas

Kamis 12 Jun 2025 - 10:40 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci merupakan impian semua umat Islam. Apalagi menjadi tamu Allah adalah masuk dalam rukun Islam.   

Karena itu, tidak sedikit orang Islam berusaha keras untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Bahkan ada yang menghabiskan semasa hidupnya untuk menabung agar bisa berangkat haji.

Melihat situasi ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, memberikan masukan kepada panitia pelaksana haji. Terutama dalam memperhatikan kebutuhan jamaah haji perempuan.

Menteri PPPA Arifatul menekankan bahwa pentingnya penguatan layanan agar lebih inklusif bagi jamaah perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang jumlahnya terus meningkat.

BACA JUGA:Pelaksanaan Haji Sisakan Masalah Distribusi Makanan, Ini Yang Seharusnya Dilakukan

Ada 4 masukan yang bisa menajdi perhatian panitia haji agar pelaksanaan haji ramah perempuan. 

 

1. Perlu Penyesuaian Jumlah Petugas Perempuan

“Tahun ini, sekitar 55 hingga 60 persen jemaah kita adalah perempuan. Maka, komposisi petugas, khususnya petugas perempuan, harus disesuaikan agar bisa memberikan pelayanan yang optimal,” jelas Arifatul.

Ia juga menyoroti minimnya jumlah pembimbing ibadah perempuan. 

Menurutnya, perempuan memiliki kebutuhan bimbingan ibadah yang berbeda dengan laki-laki, dan ada hal-hal yang lebih nyaman bila dikonsultasikan kepada pembimbing perempuan.


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi--

 

2. Fasilitas yang Responsif Gender

Menteri Arifatul juga mengingatkan perlunya peningkatan fasilitas yang ramah perempuan. Salah satu contohnya adalah ketersediaan toilet.

Kategori :