BACAKORAN.CO - Bayangkan hamparan laut biru yang dulu memikat hati, kini berubah menjadi lautan sampah plastik yang menyayat nurani.
Inilah potret memilukan dari pesisir Jakarta Utara sebuah kawasan yang seharusnya menjadi surga bahari, kini justru menjadi simbol krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Tumpukan botol, styrofoam, dan limbah rumah tangga lainnya mengapung di permukaan air, menenggelamkan keindahan alam dan mengancam kehidupan biota laut.
Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan alarm keras bagi kita semua tentang dampak buruk perilaku manusia terhadap lingkungan.
Terlihat jelas bagaimana sampah plastik mendominasi garis pantai, mengganggu aktivitas nelayan, dan menciptakan ancaman serius bagi ekosistem laut Jakarta.
Lautan Sampah di Pesisir Marunda
Salah satu titik terparah berada di kawasan pesisir Marunda, Cilincing.
Lautan sampah plastik, perabotan rumah tangga, hingga limbah pasar menutupi muara sungai yang bermuara langsung ke Teluk Jakarta.
Setiap musim hujan, arus dan angin barat membawa sampah dari daratan ke laut, lalu kembali lagi ke pesisir, menciptakan siklus pencemaran yang tak kunjung usai.
Nelayan setempat mengeluhkan aktivitas mereka terganggu.
Mesin kapal sering tersangkut sampah, memaksa mereka mematikan mesin dan membersihkannya secara manual.
Bahkan, beberapa kapal terpaksa ditambatkan jauh dari garis pantai karena tumpukan sampah menghalangi akses.