BACAKORAN.CO - Buntut Kematian Pratama Wijaya Kusuma yang meninggal saat Diksar Mahapel, Unila resmi bekukan organisasi tersebut.
Universitas Lampung (Unila) telah melakukan pembekuan terhadap Organisasi Mahasiswa Pencinta Lingkungan (Mahapel) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) setelah melakukan investigasi.
"Berdasarkan hasil investigasi independen Unila, untuk organisasi Mahapel FEB diberlakukan pembekuan," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Sunyono, di Bandarlampung, dikutip Bacakoran.co dari AntaraNews, Kamis (19/6/2025).
Tidak hanya pembekuan, Unila juga melakukan moratorium aktivitas, serta reformasi struktural dan ideologis total pada Mahepel FEB yang akan diawasi langsung oleh tim independen.
BACA JUGA:Viral! Mahasiswa Unila Tewas Diduga Dianiaya Senior Saat Diksar Mapala dan Dipaksa Minum Spritus
"Kegagalan menjalankan reformasi akan berdampak pada pembubaran permanen organisasi tersebut," kata dia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Sunyono, juga menyebutkan sanksi diberikan berdasarkan rekomendasi tim investigasi internal Unila.
"Untuk pelaku kekerasan, baik itu senior maupun alumni akan dikenakan sanksi etik dan hukum, serta pelaporan pidana jika ditemukan unsur penganiayaan yang memenuhi unsur hukum," kata Sunyono dalam keterangan tertulis, Kamis (19/6/2025).
Alumni juga ditegaskan dilarang terlibat dalam aktivitas kemahasiswaan di Unila dan organisasi Mahepel sendiri dibekukan dan seluruh aktivitasnya dimoratorium.
BACA JUGA:Tragis! Mahasiswa Unila Meninggal Usai Ikut Diksar, Pihak Kampus Angkat Bicara
Dari hasil penelusuran investigasi seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan di Unila kini diwajibkan memiliki kode etik dan SOP anti-kekerasan.
Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan bebas kekerasan dan memastikan keterlibatan aktif dosen pembina lapangan dalam setiap tahapan kegiatan.
"Khusus untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola kemahasiswaan, dengan fokus pada fungsi pembinaan dan pengawasan yang terbukti lemah serta abai dalam mencegah praktik kekerasan," ucap Sunyono.
Sebelumnya Unila dihebohkan dengan meninggalnya Pratama Wijaya Kusuma yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung yang diduga dianiaya oleh senior.
Ia meninggal dunia saat menjalankan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahapel) Unila.