Unila Resmi Bekukan Organisasi Mahapel Buntut Kematian Mahasiswa saat Diksar, Pelaku Akan Dihukum

Kamis 19 Jun 2025 - 15:04 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Diksar ini dilaksanakan mulai 11 hingga 14 November 2024 dan di kegiatan ini diikuti oleh korban bersama 5 orang rekannya.

Bahkan sebelum ia meregang nyawa, korban sempat dipaksa untuk minum cairan spritus dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA:Anaknya Jadi Tersangka, Ayah Christiano Ungkap Alasan Baru Buka Suara Mengenai Kasus Tewasnya Argo

Hal ini diungkapkan kuasa hukum keluarga korban, Icen Amsterly saat ditemui di Mapolda Lampung, Kamis (5/6/2025).

"Iya benar, berdasarkan keterangan 5 rekan korban yang juga mengalami kekerasan bahwa korban ini dipaksa meminum cairan spiritus," ujarnya, dikutip Bacakoran.co dari Okezone.com, Jum'at, (6/6/2025).

Ia kemudian menuturkan bahwa 6 orang mahasiswa yang ikut pendidikan dasar hanya korban yang disuruh minum cairan tersebut.

"Iya hanya dia (Pratama) yang dipaksa minum spiritus," kata dia.

BACA JUGA:Sosok Argo Ericko Korban Laka Lantas, FH UGM Ungkap Sebagai Mahasiswa yang Berprestasi Selama Berkuliah!

"Selain itu, kedatangannya hari ini ke Mapolda Lampung untuk memberikan bukti tambahan yang diperlukan untuk proses penyelidikan. "Ada yang kami bawa (bukti). Ini akan kami serahkan ke penyidik," lanjutnya.

Ibu korban resmi melaporkan kematian anaknya ini ke Polda Lampung, Selasa (3/6/2025) dan Wirna Wani didampingi sang suami dan kuasa hukum dari LBH Sungkai Bunga Mayang mendatangi SPKT Polda Lampung.

"Benar hari ini kami telah melaporkan kepada kepolisian pasca meninggalnya anak kami kepada pihak kepolisian," kata Wirna Wani saat diwawancarai di Mapolda Lampung, Selasa (3/6/2025). 

Ia mengatakan anaknya tersebut meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan Mahapel.

BACA JUGA:Anggota DPR Desak Pengemudi BMW Christiano yang Tabrak Argo Mahasiswa UGM Dihukum Maksimal: Pasalnya Banyak

"Anak saya sempat mengalami luka-luka, kejang otot, hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dan operasi," ujar Wirna. 

"Anak saya itu habis ikut Mahepel, pada malam-malam dia minta dijemput. Sudah jam 10 malam saya jemput, dia lapar minta mi ayam. Tapi pas sampai rumah, belum sempat makan, dia pingsan," kata Wirna. 

Setelah itu korban mengalami pingsan berkali-kali dan menunjukkan luka-luka pada bagian tangan dan sempat mendokumentasikan luka-luka itu.

Kategori :