• Data Penerima yang Dimutakhirkan
Data KPM didasarkan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang telah divalidasi oleh Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah daerah.
Hingga Juni 2025, sebanyak 16,5 juta KPM telah terverifikasi, dengan proyeksi mencapai 18,3 juta KPM.
BACA JUGA:Hore! Bantuan Pangan Resmi Dilanjutkan Tahun Depan, Cara Cek Penerima, Cukup Modal Hape
Penyaringan ini fokus pada kelompok desil 1 dan 2, yaitu masyarakat dengan ekonomi terendah, untuk memastikan bantuan menjangkau yang paling membutuhkan.
• Distribusi dan Logistik
Perum Bulog ditugaskan sebagai pelaksana utama distribusi, bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, PT Jasa Prima Logistik (JPL), dan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT).
Untuk wilayah Indonesia Timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), distribusi dilakukan dengan sistem “one shoot.
Yaitu pengiriman sekali untuk alokasi dua bulan guna mengoptimalkan efisiensi logistik di daerah terpencil.
BACA JUGA:CATAT! Bantuan Pangan Beras 11 September. Salurkan 21,353 Juta KPM?
BACA JUGA:Jangan Nyesel! Ini Jadwal dan Cara Dapat Bansos Beras dan Sembako Rp200 Ribu Bulan Juni-Juli 2025
• Jaminan Kualitas dan Pengawasan
Bapanas menegaskan bahwa beras yang disalurkan harus memenuhi standar kualitas medium layak konsumsi.
Untuk menangani keluhan terkait kualitas, Bapanas menyediakan saluran pengaduan melalui WhatsApp (0895-3916-06768 untuk NFA dan 0811-1667-016 untuk Bulog) serta laman resmi Bapanas.
Selain itu, alat pelacak berbasis geolokasi akan digunakan untuk memantau pergerakan transporter, meminimalkan risiko kerusakan selama pengiriman.