BACA JUGA:Sejumlah Wilayah di Bantul Terendam Banjir, Akses Jalan Terganggu
Gubernur Pramono Anung bahkan turun langsung ke lokasi dan menargetkan proyek rampung sebelum Desember 2025.
Namun, warga berharap proyek ini tidak hanya menjadi janji manis.
Sementara itu, warga terus beradaptasi.
Mereka menaruh barang-barang elektronik di atas meja, menyiapkan sepatu bot di depan pintu, dan tetap menjalani hidup meski dalam kondisi serba terbatas.
BACA JUGA:Dikritik Warganet, Begini Klarifikasi Pramono Anung Gunakan Helikopter Saat Pantau Banjir
BACA JUGA:Jakarta, Jawa, hingga Kalimantan! 16 Wilayah Ini Terancam Diterjang Banjir Rob hingga 4 April 2025!
Meski banjir rob telah surut, penderitaan warga Muara Angke belum benar-benar usai.
Lumpur tebal yang menutupi jalan dan gang permukiman menjadi tantangan baru yang tak kalah menyulitkan.
Aktivitas warga terganggu, kendaraan mogok, dan rencana perbaikan infrastruktur pun tertunda.
Di tengah keterbatasan, warga tetap bertahan, mengandalkan semangat gotong royong dan harapan akan perubahan.
BACA JUGA:Gubernur Jabar Nyemplung Bersihin Sampah Banjir Sukabumi, Netizen Heboh: Ini Aksi atau Gimik?
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa solusi jangka pendek tak cukup untuk mengatasi persoalan lingkungan di kawasan pesisir.
Diperlukan langkah nyata dan berkelanjutan dari pemerintah, mulai dari pembangunan tanggul yang tepat sasaran hingga sistem drainase yang memadai.