Harga Tomat Meroket! Naik 5 Kali Lipat, Ini Penyebab dan Dampaknya

Minggu 29 Jun 2025 - 11:24 WIB
Reporter : Puput
Editor : Puput

BACA JUGA:Kemendag Gandeng GAHC Australia, Dorong Ekspor Produk Halal RI Tembus Pasar Global

BACA JUGA:Libur Panjang, Stasiun Pasar Senen Diserbu Pemudik! Ini Potret Kepadatannya

Akibatnya, pasokan di pasar menurun drastis sementara permintaan tetap tinggi.

3. Kenaikan Biaya Produksi Petani juga menghadapi lonjakan harga pupuk dan biaya operasional lainnya.

Akibatnya, biaya produksi tomat meningkat, yang kemudian dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi.

Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

BACA JUGA:Gile! Hasil Investigasi Beras di Pasar, Kementan Klaim Konsumen Dirugikan Hingga Rp 99,35 Triliun

BACA JUGA:Wow! Wapres Kunjungi Pasar Rogojampi Banyuwangi, Pedagang Antusias Sambut Kedatangan

1. Daya Beli Menurun Harga tomat yang semula hanya sekitar Rp5.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp25.000 atau lebih, membuat banyak rumah tangga mengurangi konsumsi atau bahkan mengganti bahan makanan lain.

2. UMKM dan Pedagang Kuliner Terpukul Warung makan, pedagang sayur, dan pelaku UMKM kuliner menjadi kelompok yang sangat terdampak.

Banyak dari mereka yang terpaksa menaikkan harga jual makanan atau mengurangi porsi demi menutupi biaya bahan baku.

3. Inflasi Komoditas Pangan Kenaikan harga tomat juga berkontribusi terhadap inflasi pangan nasional.

BACA JUGA:Truk Es Kecelakaan di Simpang Tiga Pasar Cokro Klaten, Ini Kronologinya

BACA JUGA:Tangerang Geger! 6 Ruko Ludes Terbakar, Api Mengamuk di Pasar Kemis

Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa menjalar ke komoditas lain dan menyebabkan krisis harga bahan pokok yang lebih luas.

Upaya dan Harapan

Pemerintah telah mengimbau petani untuk mempercepat masa tanam dan mendistribusikan benih unggul agar produksi bisa pulih.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk membeli produk lokal dan musiman sebagai alternatif.

Kategori :