Harga Beras Melonjak! Ini Dampak Langsung dari Kenaikan Harga Gabah Petani

Jumat 04 Jul 2025 - 09:28 WIB
Reporter : Puput
Editor : Puput

BACA JUGA:Netizen Banyak Sakit Hati Lihat Kelakuan Mariza Zulviani Selingkuhan Josh Akherman ASN OKUS: Berasa Sakitnya!

BACA JUGA:Akhir Juni Bakal Ada Bantuan Beras Prabowo Untuk 18,3 juta KK Masing-masing 20 Kg, Ini yang akan Menerimanya

Namun, tingginya harga gabah membuat pengusaha penggilingan padi harus menyesuaikan harga jual beras agar tetap memperoleh margin keuntungan.

Distribusi dan Penggilingan Jadi Tantangan

Menurut Perpadi, meski stok beras melimpah, efisiensi distribusi dan penggilingan masih menjadi masalah struktural.

Biaya logistik yang tinggi dan persaingan antar penggilingan padi menyebabkan harga beras di konsumen ikut naik.

BACA JUGA:Rahasia Pemerintah Bikin Stok Cadangan Beras Meledak, Cetak Rekor Tembus 4 Juta Ton!

BACA JUGA:Top! Bulog Serap 3,7 Juta Ton Beras Petani, Siapkan 25 Ribu Gudang Lagi, Indonesia Pimpin Produksi Beras ASEAN

Ditambah lagi, penggilingan kecil kesulitan bersaing dengan korporasi besar yang memiliki modal dan teknologi lebih unggul.

Dampak Langsung ke Konsumen

Kenaikan harga beras dirasakan di 163 kabupaten/kota di Indonesia.

Di zona 1 (Sumatera–Jawa), harga rata-rata mencapai Rp 14.211/kg, zona 2 (Kalimantan–Sulawesi) Rp 15.293/kg, dan zona 3 (Maluku–Papua) bahkan menyentuh Rp 19.798/kg.

BACA JUGA:Bukan Sumsel, Ini Daerah Penyumbang Terbesar yang Bikin Serapan Beras Bulog Cetak Rekor!

BACA JUGA:Gudang Bulog Full! Stok Beras Pecah Rekor 57 Tahun Sejak Zaman Soeharto

Di beberapa daerah ekstrem, harga beras dilaporkan mencapai Rp 54.000/kg.

Kondisi ini memicu inflasi dan menggerus daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Beras sebagai bahan pokok utama menyumbang inflasi sebesar 0,04% pada Juni 2025.

Masalah Struktural dan Solusi Pemerintah

BACA JUGA:Plong! Stok di Bulog Capai 2,2 Juta Ton, Beras Aman Jelang Lebaran Idulfitri 1446 H

Kategori :