BACA JUGA:Musim Kemarau Kok Masih Hujan Deras dan Banjir? BMKG Bongkar Fakta Mengejutkan!
BACA JUGA:Pondok Gede Dikepung Banjir! Ratusan Rumah Tersapu Air, Apa Penyebabnya?
Tak hanya mengganggu aktivitas, banjir ini juga berdampak pada usaha kecil warga.
Seperti warung kelontong dan pedagang kaki lima yang harus menutup lebih awal karena pelanggan enggan melintas di genangan air.
Penyebab Banjir: Saluran Mampet dan Drainase Buruk
Dari pantauan di lokasi, terlihat saluran air penuh sampah dan lumpur.
BACA JUGA:IKEA Alam Sutera Kebanjiran Gegara Hujan Deras, Pengunjung Nyeker Viral Medsos
BACA JUGA:Bogor Dikepung Banjir Besar! Bendung Katulampa Siaga 3, Waspada!
Tidak ada petugas yang tampak membersihkan saluran tersebut secara rutin.
Hal ini diperparah dengan minimnya lubang resapan air, sehingga saat hujan turun deras, air tidak dapat mengalir dengan lancar.
Masalah drainase yang buruk ini sudah sering dilaporkan warga ke pihak kelurahan maupun kecamatan, namun hingga kini belum terlihat solusi konkret yang diterapkan.
Apa Solusinya?
BACA JUGA:Banjir Bandang Terjang Bantaeng! 4 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Terdampak
BACA JUGA:Jakarta Dikepung Banjir Usai Diguyur Hujan Deras: Warga Panik, Jalan Lumpuh!
Pakar tata kota menyebutkan bahwa untuk mengatasi banjir di kawasan padat seperti Kacang Tanah Raya, diperlukan kombinasi solusi antara:
- Pembersihan saluran air secara rutin dan menyeluruh.
- Pembangunan saluran drainase baru dengan daya tampung lebih besar.
- Edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.