BACA JUGA:Rencana Kenaikan Tarif Ojol Picu Polemik, Driver: Malah Bikin Tambah Susah!
BACA JUGA:Solid! Driver ShopeeFood Dianiaya Customer di Sleman, Ratusan Driver Ojol Auto Serbu Rumah Pelaku
Tangis histeris pecah, menyayat hati siapa pun yang menyaksikan momen tersebut.
Dugaan Serangan Epilepsi Saat Bertugas
Tim Inafis Polres Gowa bersama Dokpol RS Bhayangkara Makassar segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka gores di tangan kiri korban.
BACA JUGA:Heboh Banget! Tarif Ojol Naik 15 Persen, Pemerintah Diserang Netizen: Goblog Kebijakannya!
BACA JUGA:Ribuan Ojol Gelar Kopdar Akbar di Lapangan Banteng, Tuntut Potongan Aplikator Maksimal 10 Persen
Berdasarkan informasi dari keluarga dan warga sekitar, Randy diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Diduga kuat, penyakit tersebut kambuh saat ia sedang dalam perjalanan mengantar makanan.
Kanit 1 SPKT Polres Gowa, Ipda Aidy Ihsan, menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
“Hasil olah TKP sementara hanya luka goresan pada tangan.
BACA JUGA:Ojol Ngamuk! Ribuan Driver Tumpah Ruah di Lapangan Banteng, Desak Aplikator Potong Cuma 10 Persen
BACA JUGA:Grab Indonesia Buka Lowongan Mitra Ojol & UMKM: Peluang Baru di Tengah Tantangan Ekonomi
Info awal korban ada riwayat penyakit epilepsi,” ujarnya.
Refleksi atas Dedikasi Para Driver Ojol
Kisah tragis ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para driver ojol setiap hari.
Di balik layanan cepat dan praktis yang kita nikmati, ada individu-individu yang bekerja keras, bahkan mempertaruhkan keselamatan demi memenuhi kebutuhan hidup dan melayani pelanggan.