Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar POM (BBPOM) Kupang untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi dari makanan yang dikonsumsi para siswa.
BACA JUGA:Viral! Ryu Kintaro Bocah 9 Tahun Dengan Omzet Miliaran Picu Debat Netizen, Banyak yang Nyinyir
BACA JUGA:Panas Ekstrem dan Angin Kencang, Separuh Pulau di Negeri Para Dewa Nyaris Ludes Terbakar!
“Laboratorium kami sedang menganalisis sampel makanan. Hasilnya akan kami umumkan segera setelah selesai,” ujar Taruna dalam acara Pelayanan Publik Terpadu Pangan Olahan di Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan program MBG harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun mitra pelaksana di lapangan.
Program sebesar MBG yang menyangkut kesehatan anak-anak sekolah harus dipastikan berjalan sesuai standar keamanan pangan.
BACA JUGA:ULM Banjarmasin Dilanda Kebakaran! Bagaimana Nasib Dokumen Wisuda dan Akademik?
Diperlukan evaluasi menyeluruh agar program MBG tetap menjadi solusi atas persoalan gizi anak bangsa, bukan malah menjadi ancaman baru bagi kesehatan generasi muda.