BACAKORAN.CO - Tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza kian mengiris hati, di mana hingga Minggu (10/8/2025), jumlah korban meninggal akibat kelaparan parah melonjak menjadi 217 jiwa.
Dari jumlah itu, 100 di antaranya adalah anak-anak.
Dalam laporan terkini, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkap sedikitnya lima warga meninggal dunia hanya dalam 24 jam terakhir karena perut kosong dan tubuh yang kian melemah.
Sebagian besar kematian terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menyusul blokade ketat Israel yang memutus jalur bantuan pangan.
BACA JUGA:Jakarta Barat Kembali Banjir! Kali Pesanggrahan Meluap, Warga Bertahan di Tengah Genangan
Direktur Rumah Sakit Al Shifa, Mohammed Abu Salmiya memperingatkan, kelaparan ini menjadi ancaman paling mematikan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
"Malnutrisi membuat daya tahan tubuh mereka anjlok. Dalam kondisi seperti ini, kematian bisa datang kapan saja," ujarnya seperti dilansir dari Al Jazeera.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan lebih dari 12.000 balita di bawah lima tahun kini menderita malnutrisi akut.
Sebelumnya, Gaza biasa menerima ratusan truk bantuan kemanusiaan setiap hari.
BACA JUGA:Viral! Oknum ASN di Lampung Diringkus Saat Pesta Narkoba, Senpi Rakitan Ikut Disita
Namun sejak agresi militer dimulai, jumlah truk yang diizinkan masuk dapat dihitung dengan jari--terlalu sedikit untuk 2,3 juta jiwa yang terkepung.
Israel mengklaim pemeriksaan ketat diperlukan demi mencegah masuknya barang yang dianggap “berisiko” bagi keamanan mereka.
Ironisnya, isi truk bantuan yang terhambat kebanyakan adalah bahan pangan pokok dan susu formula untuk bayi.