Viral Video Paralayang Turis Asing di Bromo Tanpa Izin, Gubernur Khofifah Angkat Bicara

Senin 15 Sep 2025 - 10:30 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

“Sebagai Gubernur Jawa Timur, saya ingin menegaskan bahwa kita harus menjaga Bromo tidak hanya sebagai destinasi wisata tetapi juga sebagai kawasan konservasi, warisan budaya masyarakat Tengger yang sakral, serta bagian dari Cagar Biosfer UNESCO,” ujar Khofifah seperti dikutip dari Antara, Minggu (14/9/2025) malam.

Khofifah juga menekankan bahwa seluruh aktivitas wisata di Bromo wajib mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk aturan konservasi dan perizinan resmi. 

Ia menolak segala bentuk toleransi terhadap kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan, mengabaikan keselamatan wisatawan, atau mengganggu nilai budaya setempat.

“Saya meminta semua pihak mulai dari pemerintah, BB TNBTS, aparat keamanan, penyedia jasa wisata, dan masyarakat untuk bersinergi memperkuat pengawasan serta penegakan hukum. Turis asing maupun lokal yang melanggar akan ditertibkan sesuai peraturan,” tambahnya.

Pentingnya Edukasi dan Penghormatan terhadap Kearifan Lokal

BACA JUGA:Panik! BBTN Klarifikasi Soal Ganja di Bromo dan Larangan Drone, Benarkah Tak Ada Kaitan?

BACA JUGA:Heboh! Terungkap Penemuan 59 Titik Ladang Ganja di Bromo, Netizen: Pantesan Biaya Terbangin Drone Mahal

Selain penegakan hukum, Khofifah juga menyoroti pentingnya edukasi kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. 

Menurutnya, edukasi adalah kunci agar setiap pengunjung memahami kewajiban menjaga kelestarian alam sekaligus menghormati kearifan lokal masyarakat Tengger.

“Kita juga akan memperkuat edukasi kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan menghormati kearifan lokal, agar Bromo tetap lestari, sakral, dan dihormati generasi kini maupun yang akan datang,” tegas Khofifah.

Ketua Pengkab Paralayang Probolinggo, Agung Priyo Jatmiko, juga menyayangkan aksi tersebut. 

“Biasanya teman-teman kalau mau terbang di situ, pasti memberitahu. Untuk sekadar ‘kulo nuwun’. Ini gak ada pemberitahuan kok,” ujarnya.

BACA JUGA:Selain Gunung Bromo, ini 7 Wisata Kuliner Semarang yang Bikin Nagih, Wajib Dikunjungi!

BACA JUGA:Bukan Cuma Gunung Bromo, ini 6 Tempat Wisata di Malang yang Menarik untuk Dikunjungi, Asli Bikin Mata Terlena

Sementara itu, Ketua Pengprov Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, menyatakan bahwa komunitas paralayang menghormati kawasan sakral Bromo, meski tidak semua titik dianggap sakral. 

“Kami paham dan menghormati, bahwa di situ memang ada kawasan-kawasan sakral. Tapi tidak semuanya. Hanya titik-titik tertentu saja. Buktinya kami beberapa kali mengadakan kegiatan,” pungkasnya.

Gunung Bromo bukan hanya destinasi wisata internasional, tetapi juga bagian dari Cagar Biosfer UNESCO sejak 2015. 

Kategori :