Ricuh Demo Skandal Proyek Fiktif di Manila Filipina yang Berakhir Ricuh, 17 Warga Ditangkap Polisi

Minggu 21 Sep 2025 - 20:03 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORA.CO – Suasana panas melanda ibu kota Filipina setelah ribuan warga turun ke jalan memprotes dugaan skandal proyek infrastruktur fiktif yang dituding merugikan negara hingga miliaran dolar.

Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berujung ricuh, hingga aparat kepolisian menangkap sedikitnya 17 orang pengunjuk rasa pada Sabtu (20/9/2025).

Protes ini dipicu laporan tentang proyek pengendalian banjir yang ternyata tidak pernah benar-benar ada.

Publik menyebutnya sebagai proyek “hantu” yang sarat dengan dugaan korupsi.

BACA JUGA:Dua Pendemo yang Hilang Ditemukan di Malang dan Kalimantan: Bima Jualan di Klenteng, Eko Jadi Nelayan

BACA JUGA:Konspirasi Internasional? Dokumen Bocor Ungkap Campur Tangan AS di Demo Nepal, Gelontorkan Dana Segini!

Rasa kecewa masyarakat semakin memuncak karena kasus ini dianggap mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penggunaan dana publik.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya menanggapi gejolak ini dengan pernyataan bahwa ia tidak menyalahkan rakyat yang menyuarakan protes.

Namun, ia menegaskan demonstrasi harus dilakukan secara damai tanpa merusak fasilitas publik.

Awalnya, aksi demo berlangsung kondusif di Taman Luneta, Manila, dan berhasil menarik hampir 50 ribu massa.

BACA JUGA:Remaja 15 Tahun Disiksa Polisi Magelang, Data Pribadi Disebar Usai Dituduh Ikut Demo Anarkis

BACA JUGA:Bikin Video Mau Rampok Uang Negara, BK DPRD Gorontalo Akan Panggil Wanita yang Bersama Wahyudin Moridu!

Namun, suasana berubah panas ketika sekelompok pemuda melempari polisi dengan batu dan botol, serta membakar ban sebagai barikade di dekat jembatan menuju istana presiden.

Polisi yang siaga langsung bergerak menggunakan perisai dan meriam air untuk membubarkan massa.

Bentrokan pecah, hingga 17 orang berhasil ditangkap, sebagian besar masih berusia muda.

Kategori :