BACAKORAN.CO - 5.000 chef profesional untuk mengolah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dikerahkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Chef profesional ini akan bertugas mendampingi, melatih, dan mengajarkan praktik memasak yang baik, higienis, dan profesional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Para chef tersebut tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) dan akan mulai diturunkan ke lapangan mulai Senin (13/10/2025) mendatang.
Langkah ini adalah bagian dari tindak lanjut dari pertemuan antara BGN dan ICA yang digelar pada 8 September lalu.
BACA JUGA:37 Siswa Alami Keracunan MBG di Martapura Banjar, Polisi Bawa Sampel Makanan ke Lab
BACA JUGA:Lagi, 63 Siswa Alami Keracunan Program MBG di Karanganyar, Begini Kondisi Terkini!
"Para Chef yang sudah sangat profesional ini akan kami terjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai hari Senin, 13 Oktober nanti," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangan resmi, dikutip Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Minggu (12/9/2025).
Pada kunjungan tersebut, ICA menyampaikan penghargaan mereka atas langkah BGN yang telah menginisiasi pembentukan 10.765 SPPG Operasional di seluruh Indonesia (data per 7 Oktober 2025).
Di sisi lain, mereka turut prihatin atas terjadinya beberapa insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
“ICA turut berempati, dan berkomitmen untuk memberikan dukungan secara penuh bagi keberlangsungan Program Mulia MBG untuk anak Indonesia,” ujar Chef Susanto, Ketua Umum ICA.
BACA JUGA:Dugaan Sabotase Program MBG Menguat, MPSI Minta Aparat Bergerak Cepat Usut Pengelolaan!
Sebelumnya korban keracunan MBG makin meningkat membuat JPPI desak BGN untuk hentikan program MBG.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) desak BGN stop semua operasional dapur MBG di Indonesia sebelum korban bertambah.
Desakan ini hadir setelah anak-anak alami keracunan meski separuh SPPG dinonaktifkan sementara