Prabowo Akan Resmikan Sekolah Rakyat November Ini di 165 titik, Target Besar Bantu Pendidikan Indonesia

Kamis 16 Oct 2025 - 10:02 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan kekagumannya terhadap progres yang sudah dicapai. Menurut Agus, Presiden sangat bahagia dan tidak menyangka target pembangunan bisa melampaui ekspektasi.

“Presiden lihat kondisi sekolah, ketemu kepala sekolah dan siswa, beliau bahagia sekali. Presiden tidak menduga kita bisa bangun sekolah tidak hanya 100, tapi 165,” ungkapnya kepada Kompas.com.

Tak hanya berhenti pada sekolah rintisan, pemerintah telah menetapkan bahwa pembangunan gedung permanen akan dimulai Oktober 2025 di sekitar 108 titik awal.

Harapannya, seluruh siswa Sekolah Rakyat rintisan dapat mulai belajar di gedung baru yang permanen pada Juli 2026.

BACA JUGA:Persaingan Kepala Sekolah Rakyat Super Ketat, Cuma 153 yang Lolos dari 500 Pendaftar, Cek Tahapan Selanjutnya!

BACA JUGA:Kemensos Ungkap 45 Sekolah Rakyat Siap Buka Pendaftaran Siswa Pada Juli 2025, Titik Lokasinya Mana Saja?

Pembangunan tahap berikutnya akan disesuaikan dengan usulan pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan lahan.

Yang mengejutkan, biaya yang digelontorkan untuk pembangunan satu unit Sekolah Rakyat permanen diperkirakan mencapai Rp200 miliar.

Bila dikalikan dengan 165 titik, maka total anggaran pembangunan dan operasional bisa mencapai Rp33 triliun.

Ini menjadi proyek pendidikan paling ambisius dalam satu dekade terakhir.

Pelaksana teknis pembangunan dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, sementara kementerian lain juga dilibatkan aktif dalam aspek kurikulum, tenaga pengajar, dan dukungan operasional.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Tahap Pertama Berlokasi di 211 Titik Daerah Indonesia, 45 Sekolah Siap Buka Pendaftaran Siswa

BACA JUGA:Siap-siap! Sekolah Rakyat untuk Anak-anak dari Keluarga Miskin Segera Beroperasi, Mensos: Buka Rekrutmen Guru

Agus menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah hasil kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menangani kurikulum serta penempatan guru, sementara Kementerian Agama turut dilibatkan dalam operasional sekolah, terutama yang terkait nilai-nilai keagamaan.

“Jadi ini libatkan banyak pihak, kalau dianggap berhasil, keberhasilannya bukan hanya Kemensos tapi semua kementerian yang terlibat di dalam pembangunannya,” ujar Agus Jabo, dikutip dari detikNews.

Kategori :