Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan kekagumannya terhadap progres yang sudah dicapai. Menurut Agus, Presiden sangat bahagia dan tidak menyangka target pembangunan bisa melampaui ekspektasi.
“Presiden lihat kondisi sekolah, ketemu kepala sekolah dan siswa, beliau bahagia sekali. Presiden tidak menduga kita bisa bangun sekolah tidak hanya 100, tapi 165,” ungkapnya kepada Kompas.com.
Tak hanya berhenti pada sekolah rintisan, pemerintah telah menetapkan bahwa pembangunan gedung permanen akan dimulai Oktober 2025 di sekitar 108 titik awal.
Harapannya, seluruh siswa Sekolah Rakyat rintisan dapat mulai belajar di gedung baru yang permanen pada Juli 2026.
Pembangunan tahap berikutnya akan disesuaikan dengan usulan pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan lahan.
Yang mengejutkan, biaya yang digelontorkan untuk pembangunan satu unit Sekolah Rakyat permanen diperkirakan mencapai Rp200 miliar.
Bila dikalikan dengan 165 titik, maka total anggaran pembangunan dan operasional bisa mencapai Rp33 triliun.
Ini menjadi proyek pendidikan paling ambisius dalam satu dekade terakhir.
Pelaksana teknis pembangunan dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, sementara kementerian lain juga dilibatkan aktif dalam aspek kurikulum, tenaga pengajar, dan dukungan operasional.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah hasil kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menangani kurikulum serta penempatan guru, sementara Kementerian Agama turut dilibatkan dalam operasional sekolah, terutama yang terkait nilai-nilai keagamaan.
“Jadi ini libatkan banyak pihak, kalau dianggap berhasil, keberhasilannya bukan hanya Kemensos tapi semua kementerian yang terlibat di dalam pembangunannya,” ujar Agus Jabo, dikutip dari detikNews.