Fakta lain yang membuat publik semakin terkejut adalah latar belakang keluarga Chiko.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jawa Tengah, Eka Suparti, mengungkapkan bahwa Chiko merupakan anak dari pasangan polisi.
"Sudah saya tanyakan ke Ibu Kepala Sekolahnya memang kedua orangtuanya dari kepolisian baik bapak maupun ibunya," ujar Eka pada Kamis.
Namun, Eka juga menyebut bahwa orang tua Chiko telah bercerai dan saat ini Chiko tinggal bersama ibunya.
"Sekarang ikut ibunya apakah masih ada komunikasi dengan bapaknya belum terinfo hingga saat ini," jelasnya.
Respons Pemerintah dan Sekolah
BACA JUGA:Tren Foto Miniatur AI! Begini Cara Edit dan Salin Prompt Pakai Gemini dan PixVerse
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jawa Tengah, Kustrisaptono, menegaskan bahwa kasus ini telah ditangani secara koordinatif antara sekolah dan dinas.
Ia juga memastikan bahwa pelaku bukan lagi siswa aktif.
"(Pelaku) alumni, lulusan SMAN 11, terus bermain AI itu terus dia mungkin nge-upload," kata Kustri saat dihubungi.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Emma Rachmawati, menyebut bahwa sejumlah korban telah melaporkan kasus ini.
Mereka terdiri dari seorang siswi, tiga guru perempuan, dan dua alumni putri SMAN 11 Semarang.
"Hari ini tim baru bertemu dengan korban," ujar Emma.
UPTD PPA saat ini masih menunggu laporan resmi dari para korban.
Eka Suparti menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa memaksa korban untuk melapor, namun berkomitmen pada upaya pencegahan.
"Kami berusaha di pencegahan agar jangan sampai anak-anak menjadi korban perkembangan teknologi," tuturnya.