Setelah Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny, Ratusan Santri Mulai Kembali Mondok!

Kamis 23 Oct 2025 - 13:45 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Mereka masih berusia sekitar 16-17 tahun dan berada di lantai dasar saat bangunan itu ambruk pada Senin (29/9/2025).

Fauzi juga menduga kondisi dari konstruksi gedung itu sebelum ambruk dinilainya memang sudah tak layak dan tidak memenuhi standar.

"Saya sudah konsultasi dengan yang lebih ahli. Dilihat dari konstruksinya memang tidak standar untuk pembangunan," ucap warga Depok, Jawa Barat yang berasal dari Bangkalan itu.

BACA JUGA:Terus Bertambah, Korban Meninggal Ponpes Al Khoziny Jadi 66 Orang, Ini Detailnya!

BACA JUGA:Update, 63 Korban Meninggal Dunia dalam Runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Ini Kata Basarnas!

Fauzi juga menyebutkan soal adanya santri yang ikut bekerja saat proses pembangunan atau pengecoran gedung yang menurutnya, bisa mengarah pada bentuk dugaan eksploitasi anak.

"Santri pada saat itu dipekerjakan. Nanti bukan tidak mungkin ada eksploitasi anak di sana. APH (aparat penegak hukum) jangan berhenti di evakuasi saja, tapi juga proses hukumnya harus jalan," tegasnya.

Sebelumnya setelah dilakukan penyisiran terakhir di area runtuhan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi tutup pencarian korban runtuhan Ponpes Al Khoziny, Selasa (7/10/2025).

Pencarian hari ke-9 ini ditutup dengan apel personel gabungan dan pemberian penghargaan dari Kepala Basarnas untuk semua SAR yang terlibat.

Dilokasi ambruknya bangunan gedung tersebut sudah tidak terlihat lagi material runtuhan dan hanya sisahan serpohan beton.

"Dengan demikian operasi pencarian dan pertolongan korban resmi saya tutup," kata Syafii, dilansir Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Selasa (7/10/2025).

BACA JUGA:Terus Bertambah, Korban Meninggal Ponpes Al Khoziny Jadi 66 Orang, Ini Detailnya!

BACA JUGA:Update, 63 Korban Meninggal Dunia dalam Runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Ini Kata Basarnas!

Syafii juga ungkap di hari ke-9 seluruh area reruntuhan kini telah bersih dari material bangunan, dan Basarnas pastikan juga tidak ada lagi korban yang tertinggal di bawah puing.

"Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 29 September dan hari ini masuk di hari ke-9 kita telah menyelesaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban dan kita juga telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh," ujar Syafii.

Berakhirnya operasi pencarian ini, Basarnas secara resmi mengakhiri tugasnya di sektor pencarian dan pertolongan.

Kategori :