Istri Waspadalah! Begini Akibatnya Jika Kamu Jauhkan Suamimu dari Ibunya Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus

Senin 03 Nov 2025 - 05:02 WIB
Reporter : Puput
Editor : Puput

BACA JUGA:Transportasi Publik Rasa Premium: Angkot Listrik Bandung Hadir dengan AC, WiFi, dan Desain Futuristik!

Salah satu nasihat yang paling sering disampaikan Ustadzah Halimah Alaydrus adalah tentang rasa cemburu terhadap ibu mertua.

Banyak istri yang merasa tersaingi dengan kasih sayang suaminya terhadap ibunya sendiri.

Padahal, sebelum suaminya menjadi miliknya, ibunya telah lebih dulu merawat, mencintai, dan mendoakannya sejak kecil.

Ustadzah Halimah mengingatkan, “Jangan cemburu sama mertua, karena sebelum kamu ada, ibunya sudah ada terlebih dahulu bersamanya.”

BACA JUGA:Rincian Tarif Listrik per kWh Juli 2025 Semua Golongan Tetap Stabil, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan

BACA JUGA:Kisah Pilu Seorang Istri yang Harus Bercerai Akibat Suami Kacanduan Judi Online Hingga Pinjol

Kalimat ini menjadi tamparan lembut bagi banyak wanita yang terkadang lupa bahwa kasih seorang ibu tidak bisa tergantikan oleh siapapun, bahkan oleh istri sekalipun.

Refleksi untuk Para Istri dan Calon Istri

Pesan ini bukan hanya untuk para istri, tetapi juga untuk para wanita yang kelak akan menjadi istri dan ibu.

Jangan sampai karena ego dan rasa cemburu, hubungan harmonis keluarga menjadi rusak.

BACA JUGA:Suami Selingkuh? Inilah Cara Bijak Menghadapinya Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus

BACA JUGA:Suami Mulai Berpaling? Begini Cara Menyembuhkan Hatinya Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus

Sebaliknya, jadilah istri yang mampu menenangkan hati suami, mendamaikan hubungan keluarga, serta menebar kasih di antara anak, suami, dan mertua.

Ustadzah Halimah Alaydrus menegaskan bahwa sikap baik seorang istri kepada orang tua suaminya adalah cerminan kedewasaan dan kecintaan sejati kepada suami.

Pesan moral dari Ustadzah Halimah Alaydrus ini seolah menjadi cermin bagi kita semua: jangan pernah menjadi istri yang memisahkan suami dari ibunya atau anak dari orang tuanya.

Karena bisa jadi, apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di masa depan.

Kategori :