BACAKORAN.CO - Selebgram Indah Bekti Pertiwi kini menjadi sorotan setelah KPK melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo.
Perempuan ini diduga terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi jual-beli jabatan yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Direktur RSUD dr Harjono, Yunus Mahatma.
Indah Bekti Pertiwi diduga berperan dalam aliran dana suap yang menjadi inti kasus korupsi Ponorogo.
Dari hasil penyelidikan KPK, Indah adalah teman dekat Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo yang menjadi salah satu tersangka.
BACA JUGA:Dari OTT Kini KPK Ungkap Dugaan Pergeseran Anggaran Dinas PUPR Riau hingga Jatah Preman Rp7 Miliar
Menurut Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Indah ikut membantu mencairkan uang Rp 500 juta melalui pegawai bank bernama Endrika (ED).
Yang kemudian uang itu diserahkan kepada Ninik (NNK), ipar Bupati Sugiri Sancoko, yang menerima atas perintah langsung sang bupati.
"IBP (Indah Bekti Pertiwi) berkoordinasi dengan pihak bank untuk mencairkan uang tunai. Dana tersebut kemudian diserahkan ke perantara yang ditunjuk Bupati," ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Bacakoran.co dari Kompas.com, Jum'at (14/11/2025).
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjaring Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
BACA JUGA:Setelah OTT Bupati Ponorogo dan Sekda, Ruang Kerja di Segel oleh KPK!
BACA JUGA:Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Suap Mutasi dan Promosi Jabatan!
Dalam operasi ini berkaitan degan adanya dugaan korupsi promosi jabatan di Pemkab Ponorogo.
"Mutasi dan promosi jabatan," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto saat dihubungi, dikutip Bacakoran.co dari Detiknews, Jum'at (7/11/2025).
Tapi dalam operasi tangkap tangan ini belum disebutkan berapa orang yang terjaring oleh KPK karena baru nama Bupati Ponorogo saja yang disebutkan telah diamankan.