Viral MUA Berhijab Asal Lombok Tengah yang Diduga Pria, Dea Lipa Alias Deni Klarifikasi Identitasnya

Minggu 16 Nov 2025 - 10:18 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACA JUGA:Erika Carlina Laporkan DJ Panda Bukan Masalah Anak, Pengacara Ungkap Karena Ini!

BACA JUGA:Kronologi Pasutri Jadi Korban Begal di Tambora hingga Ditodong Golok, Diancam Senpi & Terekam CCTV Jelas!

“Melalui pekerjaan inilah saya merasa bisa berdiri di atas kaki saya sendiri, memenuhi kebutuhan hidup, dan perlahan memperoleh rasa percaya diri,” ujarnya.

Namun, penampilan Deni yang mengenakan jilbab layaknya perempuan Muslimah menimbulkan kontroversi.

Ia mengaku bahwa penggunaan jilbab bukan untuk menipu, melainkan bentuk ekspresi diri.

“Saya kagumi sejak bertahun-tahun lalu. Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapapun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi diri dari pelecehan,” tegasnya.

Polemik di Masyarakat

Sementara itu, masyarakat Lombok Tengah, khususnya Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, tempat asal Deni, ikut terkejut dengan fakta yang terungkap.

BACA JUGA:Wow, KPK Sita Jam Tangan Mewah, BMW sampai Rubicon dari Tangan Dirut RSUD Ponorogo!

BACA JUGA:Polisi Grebek Sindikat Balpres! 207 Bal Pakaian Bekas Ilegal Disita, Sikat Jaringan Pasar Senen-Padalarang

Selama ini, sosok Dea dikenal luas sebagai MUA berhijab dengan penampilan feminin.

Banyak klien yang baru menyadari identitas sebenarnya setelah kasus ini mencuat.

Bagi sebagian kalangan, isu ini bukan sekadar persoalan penampilan. Ada kekhawatiran terkait interaksi Dea dengan klien perempuan berhijab.

Dalam praktiknya, seorang MUA sering masuk ke ruang privat, termasuk saat klien membuka aurat.

Dalam ajaran Islam, hal tersebut dianggap sensitif karena perempuan tidak diperkenankan membuka aurat di hadapan laki-laki non-mahram.

Selain itu, ada pula kekhawatiran mengenai dampak sosial.

Anak-anak yang melihat atau mengenal sosok Dea bisa meniru perilaku atau ekspresi gendernya tanpa memahami konteks, sehingga menimbulkan kebingungan dalam proses tumbuh kembang dan pemahaman nilai sosial mereka.

Kategori :