BACAKORAN.CO - Pemerintah merampungkan pembangunan enam jembatan darurat tipe bailey di Provinsi Aceh yang sebelumnya rusak dan terputus akibat bencana banjir serta longsor.
Penyelesaian pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas transportasi darat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak bencana menjelang awal tahun 2026.
Berdasarkan siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, enam jembatan bailey tersebut telah selesai dibangun 100 persen hingga Sabtu (27/12/2024).
Keenam jembatan itu tersebar di dua kabupaten, yakni lima titik di Kabupaten Bireuen dan satu titik di Kabupaten Bener Meriah.
Kehadiran kembali jembatan-jembatan tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas warga serta distribusi barang dan logistik.
BACA JUGA:Listrik di 4 Kabupaten Aceh Belum Pulih Total, Ini Penjelasan Menteri ESDM Bahlil
BACA JUGA:PNM Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Warga Pascabencana
Lima jembatan yang telah rampung di Kabupaten Bireuen meliputi Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan ruas jalan Bireuen–Bener Meriah–Takengon.
Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarkabupaten yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.
Selain itu, pemerintah juga menuntaskan pembangunan Jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan ruas jalan Bireuen–Lhokseumawe.
Jembatan lainnya, yakni Jembatan Jeumpa atau Cot Bada, menjadi akses penghubung ruas jalan Peudada menuju Bireuen yang selama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan Jembatan Matang Bangka yang menghubungkan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh.
BACA JUGA:Baru Nyala 60 Persen, Bahlil Lahadalia Minta Maaf Soal Listrik Aceh yang Belum Pulih Total
Sementara itu, Jembatan Kutablang yang juga berada di Kabupaten Bireuen telah menunjukkan progres pembangunan signifikan dan kini mencapai sekitar 98 persen.