BACAKORAN.CO - Geely, salah satu produsen otomotif besar asal Tiongkok, kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas portofolio produk di Indonesia.
Meski tren kendaraan listrik (EV) sedang naik daun dan banyak digarap oleh sesama pabrikan Cina, Geely memilih jalur berbeda dengan menghadirkan diversifikasi produk.
Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Geely berencana meluncurkan setidaknya dua mobil bermesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) di pasar nasional.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menjangkau konsumen yang masih mengandalkan kendaraan berbahan bakar bensin, sekaligus memperkuat posisi Geely di segmen SUV.
BACA JUGA:Yangwang U7 EV 2026: Sedan Listrik Mewah Tembus 1.006 Km Sekali Cas, Bawa Teknologi Supercar
BACA JUGA:Toyota Rush 2026 Meluncur: Usung Desain Fresh, Irit BBM, Masih Jadi Raja SUV Keluarga?
Yusuf Anshori, Brand Director Geely Indonesia, mengungkapkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada kendaraan listrik.
“Rencananya kami akan punya dua Battery Electric Vehicle (BEV), dua Internal Combustion Engine (ICE), satu PHEV, sementara sisanya masih dalam tahap studi,” jelas Yusuf.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Geely ingin menyeimbangkan portofolio antara mobil listrik, hybrid, dan bensin, sehingga dapat menjangkau berbagai segmen konsumen dengan kebutuhan berbeda.
Sebenarnya, strategi ini bukan hal baru bagi Geely. Pada tahun 2010, mereka pernah mencoba peruntungan di Indonesia dengan menghadirkan mobil bermesin bensin seperti MK Sedan dan MK2 Hatchback.
BACA JUGA:Isuzu Trooper 2026 Bangkit, SUV 4x4 Diesel dengan Mesin 2.8L Turbo Siap Jajal Medan Off-Road
Meski kiprahnya saat itu belum terlalu mencolok, kehadiran Geely di segmen konvensional kali ini diyakini lebih matang.
Menurut pengamat otomotif Mureks, keputusan Geely untuk kembali menghadirkan mobil bensin menandakan keyakinan mereka terhadap potensi pasar SUV berbahan bakar bensin di Indonesia, yang hingga kini masih cukup besar.
Model SUV Bensin yang Berpeluang Hadir