Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Ketegangan AS–Venezuela Memuncak

Sabtu 03 Jan 2026 - 17:37 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan klaim mengejutkan.

Melalui akun media sosial Truth miliknya, Trump menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sang istri telah ditangkap dalam sebuah operasi militer besar yang dilakukan pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.

Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian dunia internasional dan memicu spekulasi luas mengenai masa depan Venezuela serta stabilitas kawasan Amerika Latin.

Trump menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari langkah tegas Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Maduro yang selama ini dianggap bermasalah.

BACA JUGA:Pipa Gas PT Trans Gasindo Meledak di Desa Batu Ampar, Api Raksasa Bikin Warga Panik!

Dalam unggahannya, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya.

Ia juga mengklaim bahwa pasangan tersebut langsung diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri,” tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat.

BACA JUGA:Dituding Anak dari Aura Kasih, Ridwan Kamil Respon Status Arka: Tidak Ada Kaitannya!

Ia juga menjanjikan akan mengungkap detail lebih lanjut melalui konferensi pers yang digelar di Mar-a-Lago, Florida.

Seiring dengan pernyataan Trump, laporan dari dalam negeri Venezuela menyebutkan adanya serangan udara pada Sabtu dini hari.

Warga di ibu kota Caracas mengaku mendengar suara ledakan keras dan melihat helikopter serta pesawat tempur terbang rendah di atas kota.

Pemerintah Venezuela mengonfirmasi bahwa serangan tidak hanya terjadi di Caracas, tetapi juga meluas ke tiga negara bagian lain, yakni Miranda, La Guaira, dan Aragua.

BACA JUGA:Kasus Mahasiswi Tewas di Kamar Kos Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Dosen Unima, Ini Isi Surat Terakhir EMM

Kategori :