BACAKORAN.CO - Aurelie Moeremans akhirnya berani membuka kisah kelam yang pernah dialaminya saat berusia 15 tahun.
Melalui buku berjudul Broken Strings, ia menceritakan pengalaman menjadi korban grooming yang sempat membekas dalam hidupnya.
Keputusan untuk mengangkat kisah pribadi yang begitu sensitif ini bukanlah hal mudah.
Aurelie mengakui bahwa keberanian tersebut lahir berkat dorongan dan dukungan penuh dari sang suami, Tyler Bigenho.
BACA JUGA:Korea Utara Tuding Pelanggaran Wilayah Udara, Tuntut Penjelasan Korea Selatan soal Drone Misterius
BACA JUGA:Dicap Pendukung Anies, Pandji Pragiwaksono Justru Ungkap Fakta Mengejutkan di Mens Rea!
Dalam sebuah wawancara, Aurelie mengungkapkan bahwa Tyler meyakinkannya bahwa cerita yang ia tulis bukan sekadar catatan pribadi, melainkan bisa menjadi sumber kekuatan bagi banyak orang.
“Tyler bilang, ceritaku bisa menyelamatkan dan menyadarkan banyak orang. Itu yang akhirnya membuatku berani,” ujar Aurelie.
Kata-kata itu menjadi titik balik yang membuatnya mantap untuk tidak lagi menyimpan kisah tersebut hanya untuk dirinya sendiri.
Aurelie sendiri memang memiliki hobi menulis sejak lama. Ia menyimpan banyak cerita pribadi yang tidak pernah dipublikasikan.
BACA JUGA:Rilis Memoar Broken Strings, Aurelie Moeremans Akui Pernah Jadi Korban Grooming Sejak Usia 15 Tahun
BACA JUGA:Api Mengamuk Dini Hari! Puluhan Bangunan di Karawaci Tangerang Terbakar, 15 Unit Damkar Turun Tangan
Menurutnya, menulis adalah cara untuk menyalurkan perasaan, mengurai luka, sekaligus menjadi bentuk terapi. Awalnya, Broken Strings ditulis semata-mata untuk kepentingan pribadi.
“Seperti diary untuk healing. Sama sekali tidak terpikir untuk diterbitkan,” tuturnya.
Namun, setelah Tyler membaca naskah tersebut, ia menegaskan bahwa kisah itu terlalu penting untuk disimpan sendiri.