“Laporan polisi sudah dibuat oleh korban ke Polda Sumsel pada 29 Desember 2025 lalu dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
BACA JUGA:Banjir Surut, Jalan Gunung Sahari Jakpus Kembali Normal! TransJakarta Kembali Melayani
BACA JUGA:Aksi Seorang Anak Remaja Curi 2 Unit Motor Terekam CCTV, Sempat Sembunyi di Kebun Sebelum Tertangkap
Pemerintah, institusi pendidikan, serta rumah sakit pendidikan diharapkan dapat memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, beretika, dan menjunjung tinggi profesionalisme, guna mencegah terulangnya praktik perundungan serta penyalahgunaan relasi senior dan junior di masa mendatang.