• Jalan Industri VI, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat (±10 cm).
Yohan menjelaskan, sebagian besar genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang turun dalam durasi cukup lama sehingga kapasitas saluran air di sejumlah kawasan tidak mampu menampung debit air secara optimal.
Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya debit air sungai di wilayah hulu.
BACA JUGA:Mobil Listrik DFSK Hangus Terbakar di Tol JORR, Ini Lokasi dan Kronologinya
BACA JUGA:Tragis! SUV Tabrak Tiang Traffic Light di Patung Kuda Jakarta, Pengemudi Tewas
Dilansir dari tvOneNews, Bendung Katulampa di Sungai Ciliwung sempat berada pada status Siaga 2 dengan tinggi muka air 68 sentimeter pada Minggu pagi.
Status ini menandakan potensi banjir kiriman ke wilayah hilir Jakarta sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
BPBD DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan terus melakukan penanganan di lapangan.
Petugas dikerahkan untuk menyedot genangan, memastikan saluran air berfungsi, serta memantau kondisi wilayah terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan mengingat hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA:Akses Wilayah Pulih, Pemerintah Pastikan Tak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana di Sumatera
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam dan bebas pulsa.
Banjir yang kembali melanda Jakarta ini menjadi pengingat bahwa musim hujan belum sepenuhnya bersahabat, sementara upaya mitigasi terus diuji oleh cuaca ekstrem.