BACAKORAN.CO - Di dunia kreatif digital, selalu ada momen ketika sebuah aplikasi tidak sekadar diperbarui, tetapi benar-benar mengubah kebiasaan kerja para penggunanya.
Pixelmator Pro kini berada di titik penting tersebut setelah Apple mengambil keputusan besar yang cukup mengejutkan komunitas kreator visual.
Keputusan Apple menghentikan pembaruan Pixelmator Classic di iOS mulai pertengahan Januari 2026 menandai perubahan arah yang sangat jelas.
Langkah ini terasa lebih dari sekadar pembaruan aplikasi karena membawa implikasi besar terhadap ekosistem kreatif Apple.
Banyak pengguna mulai menyadari bahwa fokus Apple kini sepenuhnya tertuju pada pengalaman editing yang lebih profesional dan modern.
BACA JUGA:Pixelmator Pro Akhirnya Hadir di iPad! Apple Seakan Mengubah Tablet Jadi Alat Kerja Kreatif Serius
BACA JUGA:Dynamic Island Mau Disingkirkan? iPhone 18 Pro Disebut Pindah ke Punch-Hole dan Face ID Bawah Layar
Pixelmator Classic yang pertama kali dirilis pada 2014 kini memasuki fase tanpa perkembangan lanjutan.
Aplikasi tersebut masih dapat digunakan oleh pengguna lama, tetapi tidak lagi menerima fitur baru maupun pembaruan keamanan.
Kondisi ini membuat Pixelmator Classic semakin tertinggal di tengah kebutuhan kreator yang terus berkembang.
Apple tampaknya menilai mempertahankan aplikasi lama justru menghambat inovasi yang lebih besar, seluruh sumber daya pengembangan pun diarahkan untuk memperkuat Pixelmator Pro sebagai solusi utama.
Perubahan strategi ini memperlihatkan ambisi Apple dalam menjadikan iPad sebagai perangkat kerja profesional yang sesungguhnya.
BACA JUGA:iPhone Fold Bukan Kaleng-Kaleng! Engsel Liquid Metal dan Bodi Titanium Bikin HP Lipat Lain Minder
BACA JUGA:Apple Mengamuk di 2026! Penjualan iPhone Ngegas 10%, Samsung Mulai Kehilangan Tahta
Pixelmator Pro di iPad tidak dihadirkan sebagai versi ringan, melainkan sebagai pengalaman penuh setara desktop.