Korban yang berada di posisi tengah rombongan tidak kunjung tiba hingga batas waktu yang diperkirakan, sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada petugas basecamp.
“Keempat pendaki terpisah di atas Pos 3 dengan urutan perjalanan turun, yaitu Salman di posisi pertama, diikuti Cahya, kemudian korban, dan Riyan di barisan terakhir. Salman dan Cahya menunggu di basecamp, namun yang kembali hanya Riyan. Atas dasar itu, mereka melaporkan kepada petugas basecamp bahwa satu orang pendaki belum kembali,” jelas Hendro.
BACA JUGA:Brukk! Pabrik Air Kemasan di Sumedang Rata Tanah Tertimbun Longsor, Diduga Imbas Hujan Deras
BACA JUGA:Minta Dibonceng Untuk Beli Tuak, Pemilik Motor Lengah Langsung Tancap Gas
Petugas basecamp bersama relawan sempat melakukan pencarian awal hingga mendekati puncak Bukit Mongkrang pada Minggu sore.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga malam hari dengan membagi tim ke beberapa sektor, meskipun kondisi medan yang terjal, gelap, dan berkabut menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Untuk mendukung kelancaran proses pencarian serta menjamin keselamatan pendaki lainnya, pemerintah setempat memutuskan menutup sementara jalur pendakian Bukit Mongkrang hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan tersebut diambil agar operasi pencarian dapat berjalan secara maksimal tanpa terganggu aktivitas pendakian.
“Pendakian Bukit Mongkrang kami tutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Saat ini, jajaran TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Basarnas, serta relawan gabungan masih melakukan proses pencarian terhadap salah satu pendaki yang sebelumnya dilaporkan belum kembali,” tegas Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo.
BPBD Karanganyar memastikan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan medan di lapangan.
Masyarakat serta pendaki diimbau untuk mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di kawasan pegunungan.